Terima kasih karena telah membuatku jatuh, sejatuh-jatuhnya. “Denger nggak yang Ayah bilang?!” teriak Bagas yang kembali memenuhi kantor satpam mall di mana kedua anaknya tadi melakukan hal yang hampir membuat ia jantungan. Kalau Tama, ia masih bisa mengerti, karena laki-laki. Tapi, Elvy— Bagas memperhatikan anaknya yang tengah duduk di samping Tama dengan tatapan menilai. Dari atas sampai bawah, lalu menggeleng. —dia tidak menyangka jika bisa bertingkah seperti itu. “Jawab!” bentaknya membuat semua yang ada di post satpam itu tersentak kaget. “Denger Yah,” jawab Tama dan Elvy serempak. Penampilan keduanya kacau. Pertikaian yang terjadi di antara mereka dan dua orang yang duduk tak jauh dari tempat mereka, sukses mengh

