Ketika hati sudah diberikan kepada seseorang, ia sulit untuk mengambilnya lagi. Eldwin menghembuskan napas lelah. Dia sebenarnya sangat malas harus berurusan dengan orang itu. Sebisa mungkin ia akan menghindari Ayahnya. Ia menurunkan tangannya ketika dirasakan tangannya dielus oleh seseorang. Senyuman muncul di wajahnya yang kesal. Tatapannya yang sempat menajam, kian melembut. Menatap hangat wanita yang tengah melahirkannya. “Eldwin.” Eldwin memejamkan matanya sesaat, ia menekan kemarahannya sekuat-kuatnya, sebelum memutuskan untuk menoleh. Wajah Ayahnya langsung menjadi penyambut pandangannya, memenuhi setiap pandangnya. Ia mengepalkan kedua tangannya –menahan amarah- sebelum akhirnya berkata, “Apa?” Mata Elvy membola, sedikit kaget karena Eld

