44

1468 Kata

Semakin terbuka pintu yang sudah lama tertutup, semakin besar kemungkinan ada hal yang tercuri. Eldwin memperhatikan laporan penjualan yang ada dihadapannya. Sesekali matanya  menyipit, kerutan dahinya terlihat, menjelaskan bahwa laki-laki itu tengah berpikir keras. Bibirnya sesekali bergumam, seakan menghitung apakah nilai yang tertera di sana benar adanya. Cukup lama ia fokus dengan laporan penjualan itu, akhirrnya map biru sebagai tempat laporan ia tutup.           Kepalanya berdenyut. Ia menyandarkan punggung di kursi kerjanya. Tangannya memijat keningnya sendiri, berharap bahwa rasa pusingnya  menghilang. Dalam kesunyian, Eldwin berpikir. Mamanya apa kabar?           Sampai saat ini dia masih mengabaikan panggilan dari Mamanya. Anggap saja dia kekanakan, namun ia lebih baik bersik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN