Tak Berjalan Sesuai Rencana

1243 Kata

Setelah hampir satu jam berjalan melewati hutan yang terasa seperti tak berujung, akhirnya kami sampai juga di pinggirnya. Napasku memburu, lututku lelah, dan tubuhku nyaris tumbang. “Apa itu suara mobil?” tanyaku dengan penuh harap. Jantungku berdebar cepat—aku sangat kelaparan dan lelah. “Sepertinya bukan,” jawab Arvind. “Ini masih pinggiran hutan. Kita harus menaiki bukit itu. Naiklah pelan-pelan, aku akan pegang tanganmu.” Dia menurunkanku dari gendongannya. Harapanku yang sempat membuncah langsung pupus begitu tahu kami belum benar-benar keluar dari hutan. Masih ada bukit yang harus kami taklukkan. Kaki ini nyaris tak kuat lagi. Namun akhirnya, dengan perjuangan berat, kami berhasil melalui semua rintangan yang tersisa. Tanpa sadar, aku terjatuh duduk di atas tanah berumput, memeg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN