Malam itu Aksa putuskan untuk menginap. Ia yang baru saja keluar dari kamar Aleena tersenyum tipis tatkala melihat wanitanya tengah serius menonton serial kartun di televisi. Rambutnya yang dicepol ke atas, tatapan serius ke arah televisi yang menampilkan drama anak-anak dimana ada seekor beruang besar dengan seorang anak perempuan. Juga sekantong popcorn dalam pangkuan. Belum lagi tubuh Aleena yang memang tergolong mungil, membuatnya terlihat seperti anak kecil yang tengah serius menonton. Aksa kembali menggosok-gosokan handuk kecil ke arah kepalanya yang basah, dengan senyum iseng ia melemparkan handuk kecil tersebut ke arah Aleena yang spontan menjerit karena kaget. “Aksa, kamu apa-apaan?! Handuk basahnya kenapa dilempar ke aku, bukannya dijemur!” preotesnya marah. Ia menatap Aksa

