Arya mengerutjan dahi, ia heran apa yang baru saja terjadi dengan atasannya ini. Sudah sejak pagi ia terus tersenyum cerah, menyapa beberapa karyawan yang datang dengan sapaan semangatnya. Pun tidak mengamuk saat mendapati beberapa karyawan datang terlambat atau salah mengerjakan sesuatu. Aksa hanya akan tersenyum tipis sambil menepuk baju si karyawan sambil berkata tidak masalah, atau memintanya untuk memperbaiki dengan nada bersahabat. Sungguh berbeda dengan dirinya beberapa hari belakangan ini. “Suasana hatimu sedang baik sepertinya,” komentar Arya saat ia baru saja meletakkan sebuah dokumen yang perlu Aksa tanda tangani. Pria itu lagi-lagi hanya tersenyum, tangannya aktif membubuhkan tanda tangan di sana sambil bersenandung kecil. Oke, ku ulangi. Bersenandung. Hal yang tidak per

