“Memangnya aku punya kesempatan menolak?” Tanggapan Aleena mampu membuat sebuah senyum lebar tersungging di bibir Aksa. Jika tidak ingat tempat, sudah dipastikan jika Aksa akan memberikan kecupan brutal untuk sang istri. “Yaudah, yuk. Kita jalan sekarang,” katanya sambil mengulurkan tangan yang disambut senang hati oleh Aleena. Mobil yang dikendarai Aksa melaju, berjalan pelan kemudian terhenti di sebuah toko bunga. Pria itu turun lebih dulu, meminta Aleena untuk menunggu. Aksa kembali tidak lama kemudian. Di tangannya sudah ada sebucket bunga tulip merah muda kesukaan Aleena. Dengan romantis Aksa memberikan bunga tersebut, sedangkan Aleena yang tekejut hanya bisa menutup mulut dengan senyum yang tidak bisa ia sembunyikan. “Tumben romantis,” kata Aleena sembari menerima bucket bunga

