“Halo? Iya, Ma? Farel lagi di rumah teman, Ma. Sebentar lagi deh Farel pulang. Kasihan teman Farel lagi sakit, Ma. Iya … iya … sebentar lagi ya, Ma.” Farel terdengar sedang berbicara dengan ibunya di telepon. Suaranya terdengar hingga ke telinga Damar dan membangunkannya. Baru pertama kali Damar mendengar temannya itu berbicara dengan ibunya. Dari caranya berbicara Damar sedikit menyimpulkan jika Farel sangatlah dekat dengan ibunya, bahkan sepertinya Farel bisa disebut sebagai ‘anak mama’. “Rel,” panggil Damar. “Ma, sudah dulu ya. Daahh ….” Farel mengakhiri perbincangannya di telepon saat mendengar panggilan Damar. Farel pun menghampiri Damar dan duduk di sisi kasur. “Lo sudah bangun, Mar?” “Sudah, Rel,” jawab Damar singkat seraya bangkit dari posisi berbaringnya. “Sudah mendingan

