Semalaman Damar memikirkan tawaran kerja yang diberikan oleh Pak Mulyana sebagai office boy. Mungkin awalnya Damar sedikit malu jika harus bekerja sebagai office boy, tetapi setelah dipikirkan kembali pekerjaan tersebut tidaklah memalukan jika dibandingkan dengan pekerjaan kurir pengantar barang haram yang ia jalani sebelumnya. “Setidaknya jadi office boy itu halal dan tidak akan dipenjara,” gumam Damar yang saat ini sedang melangkahkan kakinya menuju ke ruang dosen. Ya, hari sudah berganti dengan cepat. Pagi yang sibuk hari ini tidak seperti hari kemarin yang terjadi kemacetan mengular. Pagi ini jalanan dari kost tempat tinggal Damar menuju ke kampus tempatnya belajar hanya ramai oleh kendaraan bermotor tetapi jalannya tetap lancar, sehingga Damar bisa datang ke kampus lebih awal untuk

