RANTAU 24 – Antara Prinsip dan Perasaan

1620 Kata

Damar melewati malam yang dingin dengan berselimut kain sarung di saat demam, rasa pusing, dan juga mual menjadi satu membuatnya menderita. Keesokan paginya Damar memaksakan dirinya untuk bangkit dan bergegas ke kamar mandi. Dia membuka semua yang melekat di tubuhnya. Kemudian dia mengguyur kepala hingga seluruh tubuhnya dengan air yang berada di dalam ember besar di sana. Air yang sudah terkumpul sejak malam itu terasa sangat dingin hingga menusuk ke tulang. Satu hal yang Damar harapkan, dia segera membaik setelah mengguyur tubuhnya. Sayangnya, apa yang dilakukan oleh Damar justru membuat tubuhnya menggigil dan demamnya semakin tinggi. Damar semakin tidak bisa melakukan apa-apa di dalam kamarnya. Dia menyilangkan kedua tangannya memeluk dirinya sendiri. Bibirnya bertambah pucat dan gemet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN