Walaupun tubuhnya sudah kelelahan, perutnya menahan lapar karena terburu-buru pulang dan tidak menyempatkan diri mampir membeli makan, kini di dalam kamar kostnya Damar tengah melipat dan memasukkan pakaiannya ke dalam ransel dengan senyum sumringah yang terpampang jelas di wajahnya. “Wiihh … sibuk banget nih kelihatannya!” celetuk Gibran yang langsung masuk ke dalam kamar Damar karena pintunya tidak tertutup. “Iya nih,” jawab Damar singkat. “Mau ke mana, Mar? Kok beresin baju ke dalam tas? Lo nggak pindah kost kan?” Gibran menghujani Damar dengan beberapa pertanyaan. Damar menggelengkan kepalanya. Kemudian sambil memasukkan pakaian terakhir ke dalam ransel pemuda itu menolehkan kepalanya ke arah Gibran sambil berkata, “Besok subuh saya mau pulang kampung.” “Pulang kampung ke Garut?”

