“Ambu …! Damar pulang, Ambu!” seru Damar dengan raut wajahnya yang sumringah. Tangannya pun melambai cepat agar mendapat perhatian ambunya. Ibu Utari pun menolehkan kepalanya mendengar seruan dari putra sulung yang sudah lama tak pernah terdengar. Dilihatnya sebuah mobil yang bergerak semakin mendekat ke arahnya, dan seorang pemuda yang melambai-lambaikan tangannya keluar dari jendela mobil. “Ujang! Kamu beneran pulang, Jang? Jang, sini atuh Ambu mau peluk!” Ibu Utari berlari kecil menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Damar. Tepat di hadapan Ibu Utari mobil tersebut berhenti. Damar bergegas keluar dari mobil lalu melompat ke dalam pelukan ambunya. Melepaskan rindu yang selama ini ditahannya. Menghirup aroma terik matahari bercampur keringat dari tubuh ambunya. Aroma yang sudah setahu

