Menjelang sore hari Pak Hadi pun kembali. Sama seperti istrinya, Pak Hadi langsung tersenyum sumringah dan menyerukan dengan lantang nama putra sulungnya. “Damar! Kamu sudah pulang?” Pak Hadi bahkan berlari menghampiri Damar yang saat ini masih duduk bersama kedua temannya di teras rumah. “Pak!” Damar balas berseru, bangkit berdiri lalu merentangkan kedua tangan menyambut bapaknya. Pak Hadi dan Damar pun berpelukan dengan sangat erat. Terlihat sekali kerinduan dari pria yang baru kembali dari sawah itu pada putranya. “Kamu kapan datang? Naik apa ke sini?” tanya Pak Hadi pada Damar. “Tadi sampai sini siang, Pak. Damar diantar sama teman Damar,” jawab Damar. Farel dan Gibran yang tadinya tetap duduk kini segera berdiri untuk bersalaman dengan Pak Hadi. “Mereka teman-teman kamu, Mar?

