Di dalam perpustakaan kampus, kini Damar tengah menyusuri tiap rak buku mencari referensi tambahan untuk bahan skripsinya. Tanpa disengaja saat ia ingin mengambil buku yang sekiranya cocok dengan bahan skripsinya, tangannya beradu dengan tangan seseorang yang juga menginginkan buku yang sama. “Ma-maaf,” kata Damar sambil menolehkan kepalanya pada pemilik tangan tersebut. Bola mata Damar membesar saat mengetahui jika pemilik tangan tersbeut adalah Gina, mahasiswi yang dulu pernah menyatakan cinta kepadanya. “Eh, kamu? Nggak apa-apa, Mar,” jawab Gina. “Buku itu untuk kamu saja. Aku akan mencari buku yang lain.” Damar mengambil buku yang diinginkannya tadi lalu diberikannya pada Gina. “Terima kasih.” Malu-malu Gina mengucapkan terima kasih saat menerima buku tersebut. Damar hendak melan

