Tok … tok … tok …. Damar mengetuk pintu kamar kost Gibran saat hari hampir tengah malam. Tadinya Damar menunggu Gibran pulang bekerja di kamarnya sendiri, tetapi karena Gibran tak kunjung datang akhirnya Damar berinisiatif mendatangi Gibran di kamarnya. “Sebentar!” seru Gibran dari dalam. Tak lama kemudian terdengar dari dalam sana suara kunci yang diputar. Pintu pun terbuka. Gibran yang masih mengenakan seragam kerjanya langsung menyapa Damar yang berdiri tegak di balik pintu tersebut. “Ternyata lo, Mar. Tumben tengah malam gini datang ke kamar gue. Masuk sini, Mar!” Gibran juga mempersilahkan Damar masuk ke dalam kamar. Damar masuk ke dalam kamar yang berukuran sama persis dengan kamarnya. Hanya saja bedanya kamar Gibran sedikit lebih berantakan jika dibandingakan dengan kamar Damar

