Selama seharian penuh Damar hanya berdiam diri di dalam kamar kostnya. Membaca buku serta materi-materi kuliahnya agar tidak ketinggalan dari teman-teman lainnya. Sebentar lagi dia harus menghadapi ujian semester. Meski dia belum yakin masih diizinkan berkuliah atau tidak di kampusnya, tetapi dia tetap harus belajar agar tidak ada penyesalan lainnya yang datang. Damar mengambil ponsel lalu melihat waktu yang tertera di layar ponsel tersebut. “Sudah jam tujuh malam? Wah, nggak terasa ya,” kata Damar. Perutnya yang sedari tadi tidak merasakan lapar mendadak berbunyi nyaring setelah menyadari hari sudah malam. Cacing-cacing di dalam perut Damar melayangkan protes karena belum diisi sejak terakhir sarapan tadi pagi. “Hey, cacing di perut. Kita beli mie instan saja ya. Saya nggak punya uan

