Jarum pendek pada jam yang tergantung di dinding telah menunjuk ke angka lima,. Chelsea memasukkan semua barang pribadinya ke dalam tas tangan, lalu merapikan dokumen di meja. Ia tersenyum saat melihat mejanya yang sudah terlihat rapi. Semenit kemudian Prasetyo sudah berdiri di sebelah mejanya dengan napas terengah-engah, membuat Chelsea heran. “Mas dari mana? Kok, lari-lari begitu?” “Aku cepet-cepet lari ke sini karna takut kamu berubah pikiran dan udah pulang gitu aja,” ucap lelaki itu sembari menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Chelsea terdiam sesaat. Begitu takutnya lelaki itu ia akan ingkar janji? Senyum terukir di wajahnya. Mungkin, sikapnya selama ini membuat banyak orang menilainya begitu buruk. Ia tahu, semua ini adalah kesalahannya. Ia yang memberikan kesan demikian pada

