Antara Ilusi dan Nyata

1086 Kata

Mereka berjalan beriringan, suasana di antara mereka sudah mulai mencair, tak ada lagi ketegangan ataupun pembicaraan mengenai perasaan. Keduanya telah kembali seperti sebelumnya, berbicara santai dan sesekali Prasetyo akan melemparkan lelucon yang membuat Chelsea tertawa kecil. Lelaki itu selalu tahu cara membuat suasana di sekitarnya hidup. Mungkin karna itu pula Chelsea bisa didekati oleh Prasetyo yang memaksa mendekatkan diri.  Prasetyo melambaikan tangan begitu melihat Sherly dan juga Dido. Sepasang anak manusia yang sudah lebih dulu duduk di restoran—tempat yang telah mereka setujui—menyambut kedatangan Chelsea dan Prasetyo dengan senyum. Keduanya menggerak-gerakkan tangan di udara, meminta Chelsea dan Prasetyo untuk bergabung bersama keduanya. “Hai, Chelsea ... anak PR.” Chelsea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN