Wanita itu kembali berbaring di samping Angga. Lalu mengenggam erat tangan lelaki itu. Chelsea menatap ke dalam manik mata Angga. “Aku nggak mau menerimanya.” Angga tak mampu menyembunyikan kecewanya. “Aku bergadang setiap hari di Inggris demi mengerjakan pekerjaan yang bukan bidangku. Aku dan timku sudah bekerja sangat keras hingga menghasilkan apa yang kami miliki sekarang. Kamu akan menolak semua kerja kerasku? Kamu harus menerimanya, Chel. Anggap aja hadiah atas kerja kerasku.” Angga tersenyum miris. Chelsea terperanjat. “Kamu masih membuat software?” Angga mengangguk. Chelsea tau benar jika lelaki itu memiliki banyak keahlian lainnya, ia bahkan mengambil dua jurusan saat kuliah dulu, ekonomi dan juga Software Engineering. Ia pun dari dulu kerap melakukan banyak pekerjaan, hingga ke

