Diperjalanan pulang ke rumah. Jackshien tersenyum – senyum sesekali karena teringat tingkah Chelsea malami ini dan suasana saat syuting saat kerja hari ini yang begitu menyenangkan, sampai merasa akan lebih semangat lagi untuk bekerja besok dan berharap hari ini bisa terlelap dengan mudah agar tidak bangun kesiangan dan telat bekerja lagi. Perjalanan tidak terasa sudah sampai dirumah saja dan waktu yang di bangsinya tidak meleset jauh dari yang sudah di perkirakannya, sehingga saat sampai dirumah Jackshien langsung membuka kunci pintu rumahnya dan segera masuk melihat orangtuanya sudah tidur atau belum.
Tok… tok(ketuk pintu) “Ma…Pa?”. sambil menunggu didepan pintu kamar kedua orangtuanya.
Tidak ada respon apa pun jadi Jackshien sedikit membuka pintu kamar kedua orangtuanya dan melihat ternyata kedua orangtuanya sudah tidur dengan sangat nyenyak sehingga tidak sadar kalau Jackshien dari tadi mengetuk pintu kamar dari tadi, karena takut menganggu tidur kedua orangtuanya maka Jackshien langsung menaruh donat yang dibelinya tadi ke kulkas.
Dengan mata yang mulai merah dan menguap Jackshien pun langsung mengganti pakaian untuk tidur tidak lupa juga setelah berganti pakaian dirinya langsung cuci muka dan gosok gigi setelah itu dirinya langsung bergegas untuk tidur. Siapa sangka ternyata tidak lama setelah dirinya terbaring di atas Kasur dia langsung tertidur dengan pulas sehingga keesok kan harinya dia dapat bangun awal dan ketika dirinya berpamitan di pagi saat pagi, Mama dan Papa Jackshien bertanya padanya.
“Ini donat kamu yang beli Jackshien?” Sambil mengambil donat.
“Iya, siapa lagi kalau bukan Jackshien he-he-he.” Tawa Jackshien.
“Mama kira Chelsea yang kasi, he-he-he.” Saut Mama.
Papa dan Mama tertawa melirik kearah Jackshien sambil memakan donat.
“HA-HA-HA.”
“Mulai nih ya…” Kata Jackshien sambil berjalan keluar.
“He-he-he makasih ya nak donatnya.” Kata Mama.
“Ini untuk Papa dan Mama kan semuanya?” Tanya Ayah dengan bercanda.
“Iya habiskan aja ini memang sengaja Jackshien beli untuk Papa dan Mama, Jackshien berangkat dulu ya.” Berdiri dipintu luar rumah.
“Iya, hati-hati ya nak.” Kata Mama.
Papa yang sedang asik mengunyah hanya melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Jackshien.
Melihat suaminya yang asik sekali mengunyah donat sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Makan pelan-pelan Pa.”
“Iya he-he-he kesukaan Papa soalnya, Ma.” Jawab Papa dengan tidak begitu terdengar jelas karena makan sambil berbicara.
Setelah 30 menit diperjalanan…
Akhirnya sampai juga.
Ahh… enak sekali hari ini datang seperti biasa, tidak seperti kemarin terburu-buru.
Ku berjalan melangkah dengan santai menuju ke basecamp, untuk bersiap-siap mengganti pakaian syuting serta sedikit di poles wajahku oleh MUA agar terlihat lebih fresh dan enak dilihat didepan kamera apa lagi ketika sedang dizoom.
Semua Kru, Pemain lain, dan Pak Sutradara sudah mulai siap untuk memulai proses syuting.
Setelah aku selesai berganti pakaian dan dipoles wajahku, langsung ku menyusul mereka untuk segera syuting.
Semua berjalan dengan baik. Tetapi aku merasa ada yang kurang hari ini aku tidak melihat Olivia dari pagi hingga siang waktu istirahat, akhirnya aku menghampiri Pak Sutradara dan mengambil kursi duduk disebelahnya.
“Olivia mana pak”
“Hari ini tidak ada jadwal syutingnya. Besok baru ada memangnya kenapa?”
“Oh begitu, Ngak sih Pak saya Hanya…”
Belum selesai aku berbicara, terdengar teriakan.
“Kru. Cie! HA-HA-HA.”
Sontak aku menjadi bahan tawa dan ejekan dari orang-orang dilokasi yang mengira aku mencari Olivia karena aku suka padanya.
Aku hanya diam dan memberikan senyuman ketika di ejek oleh oleh mereka.
Sampai dimalam hari. Di menit-menit selesai bekerja masih saja ada beberapa Kru yang masih meng-ejek ku dan akhirnya aku menjawabnya.
“Aku tidak ada apa-apa dengannya, aku hanya heran kenapa Olivia tidak bekerja hari ini.” Dengan pernyataanku yang menurut ku sudah jelas dan jujur, tetapi masih saja menjadi bahan ejekan tapi yah sudahlah.
Hari ini hari minggu, karena Chelsea libur kerja, Chelsea menelepon Jackshien.
Berdering cukup lama…
’Aku rasa, Jackshien masih sibuk syuting’. Dalam hati Chelsea berbicara.
Akhirnya syuting selesai. Jackshien pun Segera berangkat pulang kerumah.
Setelah 20 menit. Chelsea kembali menelepon Jackshien.
Berdering …
Diperjalanan. “Hallo.” Angkat Jackshien sambil menyetir.
Terdengar suara berisik dengan klaksonan ntah dari motor maupun mobil.
“Kamu baru pulang ya?” Tanya Chelsea.
Aku yang sedang fokus menyetir. Sesekali tidak sadar ditanya oleh Chelsea dan tidak menjawab apapun.
Bingung tidak ada jawaban dari teman kecilnya itu. “Yuhuu...?” sambil melayang-layangkan hp nya dan melihat sinyal di handphone.
‘Ah ada kok sinyalnya. Kenapa dia tidak menjawabku, apa karena disana yang tidak ada sinyal yah? Nanti saja lah teleponnya.” Mengoceh sendirian dikamar dan mematikan teleponnya.
Tiba-tiba bunyi dari perut Chelsea.’krukkkk…’
‘Aduh lapar lagi, padahal tadi sore sudah makan.’ Pergi ke dapur membuka lemari tempat penyimpanan bahan dapur mencari indomie untuk dimasak. malah tidak ada satupun stok indomie, akhrinya karena terlalu berisik membut Ibunya yang baru saja mau terlelap malah jadi terbangun karena dirinya.
“Cari apa sih kamu, Nak.” Sambil berjalan dari kamar menuju dapur dengan mata yang masih sipit.
“Chelsea cari indomie bu, ditempat biasa ibu simpan ngak ada.” Merengek Chelsea karena sudah kelaparan.
“Mata mu kemana Chelsea.” Ibu mengambil indomie yang terletak di dalam kulkas.
“Ha?” bingung.
“Sudah cari didalam kulkas belum?” berbicara dengan mata tersayup-sayup yang masih pedas karena terbangun dengan keadaan sudah ngantuk berat dan hampir terlelap.
Melihat Ibunya yang seperti sudah tidak tahan untuk melek, membuat Chelsea tak tahan. Akhirnya Chelseapun tertawa terbahak-bahak.” HA-HA-HA sudah Chelsea buka bu tadi ngak ada.”
“Ini ada.” Menggelengkan kepala dengan mata sayup sambil memberikan indomie yang Ibunya ambil didalam kulkas.
“Lah kok ada, tadi ngak ada bu sumpah.” Sambil menerima indomie yang ibunya berikan.
Ibu nya langsung pergi meninggalkan Chelsea untuk kembali melanjutkan tidurnya dengan langkah pelan dan berjalan kekiri dan kekanan, sambil mengocehkan anaknya. “Makanya dicari benar-benar, didepan mata kok gak lihat sih hmm..hmm.”
Sambil mulai memasak air terlebih dahulu sebelum memasukan indomie nya, tiba-tiba.
Ada suara lagu bunyi dari arah kamar Chelsea. Setelah dilihat ternyata ada telepon masuk dari Jackshien. “Hallo.” Angkat Chelsea sambil kembali kedapur menunggu air masakan nya mendidih.
“Maaf yah tadi lagi fokus nyetir soalnya agak macet.”
“Kamu sudah sampai dirumah belum?” Tanya Chelsea sambil mulai memasukan indomie nya.
“Sudah dekat sih untuk sampai kerumah. Memangnya kenapa? Kangen yah he-he-he.” Rayu Jackshien.
Mendengar kata Jackshien. senyum Chelsea menaik kan sebelah bibirnya dan berkata. “Aduh tuhan, kenapa temanku kepede-an sekali.”
Saat mendengarnya Jackshien tertawa. “HA-HA-HA, jadi kenapa kamu meneleponku tadi. Ada apa?”
Memakan mie dengan suapan yang besar membuat bicara Chelsea tidak bisa didengar dengan jelas. “ngakh sadi.”
“Haaaaaaaa…apa…?” Tanya Jackshien dengan nada sedikit keras.
Chelsea menelan mienya terlebih dahulu. “Ngak jadiiiiiiiii!” Menjawab dengan spontan disertai nada tinggi.
Membuat Jackshien tertawa. “HA-HA-HA”.
Karena Chelsea ingin menikmati makan nya terlebih dahulu, jadi Chelsea memutuskan untuk mengakhiri panggilan telepon dari Jackshien.
Sementara Jackshien, yang baru pulang langsung masuk dan mandi membersihkan gigi, wajah, dan semuanya untuk segera tidur.
Beberapa saat kemudian. Orangtua Jackshien yang melihat anaknya tidak keluar-keluar dari kamarnya setelah mandi pun segera mengecek, karena takut ketiduran sebeb Jackshien belum makan.
Ibu dan Ayah yang sama-sama mengecek keadaan Jackshien didalam kamar, melihat ternyata anaknya sudah tertidur pulas dengan handuk yang masih tergeletak di atas Kasur.
“Sepertinya hari ini dia kecapek an.” Kata Ayah berdiri disebelah Ibu.
“Jangan dibangunkan deh.. kasihan, ya walaupun tidak tau Jackshien sudah makan ketika pulang apa belum.” Ungkap Ibu dengan Wajah khawatir.
Melihat istrinya dengan wajah seperti itu. Dia langsung merangkul dan mengusap bahu istrinya keluar dari kamar putranya.
“Ma… Papa ambil handuk Jackshien dulu yah, kamu duluan tidur saja nanti Papa menyusul.” Ungkap Papa dan setelah itu masuk lagi ke kamar anaknya dan mengambil handuk tersebut lalu ditaruh ke tempat yang seharusnya.
…
Chelsea yang sudah selesai makan langsung mengosok gigi dan segera tidur, karena besok dirinya sudah harus kembali bekerja.
Saat sedang tertidur, tiba-tiba Chelsea terbangun karena merasa ingin buang air kecil. Lalu dia berjalan pelan-pelan sembari mata yang belum bisa benar-benar terbuka . setelah selesai, sekelibat dia melihat ada bayangan putih lewat didepan matanya sungguh terkejud. Mata yang tadinya susah untuk terbuka menjadi belok karena kaget dan taku sehingga badannya berdiri kakuk seperti tidak bisa bergerak ‘S-s-i-siapa y-yang t-adi – l-lewat.’ Terbata-bata berbicara didalam hati dengan perasaan campur aduk sehingga perlahan badannya menjadi dingin, mulutnya kakuk tidak bisa dibuka, dan tidak bisa menggerakan badannya sama sekali.
Rasa ingin teriak meminta tolong sangat ingin dikatakan, tetapi sekujur tubuhnya masih kakuk dan tidak bisa apa-apa akhirnya kerika berdoa. Perlahan-lahan tubuhnya sudah mulai bisa sedikit-sedikit digerakan tetapi enggan untuk bisa lari karena lemas merasa seperti orang lumpuh. Perlahan-lahan dia mulai berjalan sedikit demi sedikit seperti bayi yang baru mulai bisa berjalan akhirnya pun sampai dikamar, tidak lama tiba-tiba Chelsea melihat kea rah pintu kamarnya kemudian muncul lagi sekelibat bayangan tadi di depan pintu kamar nya yang membuatnya terkejud setengah mati sampai berteriak. Yang ternyata dia hanya bermimpi buruk.
Terbangun dengan penuh keringat membasahi wajah dan leher serta telapak tangannya.
Keluar ke dapur untuk mengambil minum dan meneguk nya dengan sangat cepat hingga berbunyi klu..kluk…kluk… ‘ahhh enak banget tenggorokan ku, hmm kok bisa tiba-tiba mimpi horror sih.’ Mengomel sambil meneguk minuman.
Melihat kearah jam ternyata masih jam 02.45 Chelsea pun kembali ke kamarnya dan segera tidur.
Bangun-bangun ternyata masih jam 03.15 yang artinya dia hanya tertidur sebentar, karena mimpinya tersebut membuat Chelsea jadi tidak dapat tidur dengan nyenyak. Chelsea yang tidak dapat kembali tidur lagi pun hanya bermain handphonenya sampai waktunya dia harus mandi, dengan kantong mata yang sedikit gelap membuat Ibu nya yang pertama melihat matanya pun kaget dan berteriak. “Kamu kenapa Chelsea?” dengan khawatir.
“Tidak apa-apa bu, hanya kurang tidur kok. “ Sambil berjalan mengambil helm.
Ibu memegang kening Chelsea ternyata panas dan melarangnya untuk bekerja hari ini.
Ayah yang tadi nya kaget karena teriakan Ibu pun sampai berjalan dengan laju menghampiri mereka. “Kenapa, ada apa?” dengan wajah khawatir.
Dengan berdiri yang sudah sedikit tidak seimbang. “Tidak ada apa apa kok.”
Menatap dengan tajam ke wajah dan memegang tangan Chelsea. “Chelsea…” Ibu memanggil Chelsea.
Tiba-tiba…..
Plek!... suara benturan dari kepala Chelsea yang tergeletak dilantai sontak membuat kedua orangtuanya panik. Berteriak memanggil nama anak nya terus menerus sambil menepuk pipi, ibu memanggil Chelsea dengan berteriak. “Chelsea bangun saying.” Memanggil dengan wajah yang sangat khawatir dan panik karena seumur-umur Chelsea tidak pernah pingsan. Akhirnya digendong dan dibawa oleh Ayah dan Ibunya kerumah sakit terdekat.
Sampai nya dirumah sakit. petugas disana langsung sigap membawa dorongan Kasur pasien ke dekat mobil Ayah Chelsea dan segera mengendong, menaruh Chelsea di tempat itu dan langsung mendorongnya laju ke IGD.
Setelah diperiksa, ternyata darah Chelsea sangat rendah sehingga membuatnya harus di rawat beberapa hari sambil menjalani transferan darah.
Dokter pun mengizinkan kedua orangtua Chelsea untuk masuk ke dalam ruang IGD dan menyampaikan bahwa Chelsea harus di rawat beberapa hari dan harus melakukan transferan darah karena hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Chelsea darahnya sangat rendah.
Terkejud mendengar diagnosa dari dokter.
Ibu yang terlihat meneteskan air matanya sambil melirik kearah Chelsea yang terbaring lemas dengan tancapan infus ditangannya, dan hidung yang dimasuki selang oksigen. ‘Hancur hatiku, maafkan Ibu Chelsea.’ Berbicara didalam hati sambil mengusap air matanya yang terus menerus mengalir.
Mengelus bahu istrinya dan berusaha menenangkan. “jangan nangis, sudah.. sudah.” Walaupun dirinya juga sangat sedih tetapi dia tidak ingin mengeluarkan air matanya di depan istrinya.
Setelah 8 menit terbaring, Chelsea pun sadar tengan wajah yang masih pucat dengan ekspresi kebingungan dan memangil kedua orangtuanya. “Mama..Papa.” sambil berusaha mengangkat badannya.
Mendengar suara putrinya memanggil, Ibu pun yang tadinya duduk dengan kepala tertunduk disebelah Chelsea terbangun dan berdiri membantu Chelsea untuk mengubah posisi baring menjadi duduk.
“Pelan-pelan sayang, pelan-pelan.”Kata Ibu.
Chelsea yang kebingungan, karena yang terakhir dia ingat adalah dia dan Ayah, Ibu nya sedang berbicara didepan pintu rumah, dan setelah itu dia tidak mengingat apa-apa lagi.
“Ibu apa yang sebenarnya terjadi? “Tanya Chelsea.
“Chelsea ada dimana Bu? “ Tanya Chelsea lagi.
“Kenapa Chelsea ada disini?” Tanya Chelsea ke-tiga kalinya.
Dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan nada suara seperti ingin menangis sambil memegang tangan ibunya.
“Ibu..”
“Iya sayang, kamu tadi pingsan dan sekarang kamu lagi dirawat dirumah sakit.” Dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca, jawab Ibu.
Tak lama. Ayah datang dengan tersenyum dan berkata. “Gimana keadaan kamu nak?”
Chelsea melepas tangan yang tadinya memegang ibunya untuk memeluk ayahnya sambil menangis. “Maaf Ayah…Ibu membuat kalian sedih hari ini, maaf kan Chelsea.” Menangis tersendu-sendu.
“Chelsea kenapa Ayah… Chelsea sakit apa?” Tanya Chelsea masih memeluk Ayah dan sesuguk kan.
Mengelus kepala putrinya dan berkata. “Kamu hanya kekurangan darah sayang, jangan sedih terus nanti sesek loh nafas kamu. Sudah ya, ini tidak berbahaya kok karena sudah ditangani dengan cepat yang penting kamu harus banyak minum air putih, makan tepat waktu, makan buah yang pintar, dan tidur atau istirahat yang cukup supaya darah kamu tetap stabil seperti dulu jadi, setelah sudah sembuh nanti juga harus tetap dijaga makanan dan waktu istirahatnya supayah tidak kambuh lagi darah rendahnya dan supaya darah kamu yang sedang ditambah sekarang tetap stabil nanti jadi tidak akan turun-turun lagi .