Tepat sudah jam pulang kerja Chelsea , Jackshien pun segera menelepon. “ hallo, sudah pulang belum chel?” Tanya Jackshien.
“sudah, kenapa memangnya?” Jawab Chelsea.
“Bagus deh, aku kira kamu pulang telat lagi.” Jackshien
“ ya.. memang sih aku sering pulang sedikit lebih lama dari jam pulangku yang sebenarnya, tapi aku jarang lembur sampai malam banget seperti kemarin he-he-he ya.. walau hanya terjadi 5 kali dalam 1 tahun .” Jawab Chelsea sambil tertawa diatas Kasur.
“apakah lembur seperti kemarin menyenangkan bagimu?” Tanya Jackshien sambil berkaca merapikan rambutnya yang sudah berkali-kali ditatanya dengan rapi.
Terkejud dengan pertanyaan Jackshien. ” HA-HA-HA, apakah kamu sedang bercanda?.. ya jelas melelahkan lahh!” Jawab Chelsea dengan tegas.
Tertawa mendengar Chelsea menjawabnya dengan tegas. “ HA-HA-HA kenapa sih, santai aja gak usah nge-gas cantik.” Canda Jackshien.
“ he-he-he maaf yahh, kelepasan.” Tawa Chelsea terjungkal-jungkal di Kasur.
Selesai berkaca Jackshien mengambil kunci mobil dan bersiap untuk menjemput Chelsea. “ Chelsea, mari kita jalan-jalan aku segera kerumahmu ya? Maka cepatlah berganti baju.”
Terkaget Chelsea langsung bangun dari Kasur. “ i-iyaaaaaa…. Ahhh! Kenapa mendadak sekali, untungnya aku sudah mandi.” Tegas Chelsea.
Tertawa terbahak – bahak sambil hidupin mobil. “ udah cepetann! HA-HA-HA, awas ya kalau aku sampai sana kamu belum siap.” Jawab Jackshien.
“Yah sudah aku matikan ya teleponnya, hati-hati dijalan.” Chelsea.
Tersenyum sambil menyetir mobil. “iya.”Jackshien.
Setelah teleponnya mati Chelsea pun dengan cepat segera mengganti pakaiannya, dan menata rambutnya serta berdandan sambil mengomel – ngomel sendiri. ‘Aduh anak ini kenapa selalu membuatku terburu-buru, untung aku sabar kalua ngak hmm udah aku pites jidatnya’.
Diperjalanan menuju rumah Chelsea. Jackshien berhenti sejenak disuprmarket untuk membeli beberapa makanan ringan, minuman manis, serta membelikan satu batang coklat untuk Chelsea sebagai penyemangat untuknya agar lebih bekerja keras lagi. Setelahnya Jackshien pun segera kembali melanjutkan perjalanan kerumah teman kecilnya tersebut agar tidak kemalaman, walaupun besok adalah hari minggu dimana Chelsea tidak bekerja tetapi itu adalah waktu untuk Chelsea beristirahat jadinya jackshien harus membangsi waktu di perjalanan dan jam mereka harus pulang juga agar dirinya yang besok tetap harus bekerja tidak datang terlambat lagi untuk bekerja.
Waktu tidak terasa sudah hampir 15 menit Chelsea mempersiapkan dirinya. Ternyata masih belum siap 100% menurutnya, sehingga dandanan yang sudah bagus masih saja di ubah dan ditambah-tambah sampai ketika Jackshien sampai pun baru dirinya terburu – buru mencari sandal heels-nya dan bingung memilih mana yang cocok untuk dress yang dikenakannya.
Jackshien yang disambut oleh ibu dan Ayah Chelsea pun masuk untuk menunggu nya diruang tamu dan duduk sambil sedikit berbincang dengan orangtuanya.
“Sudah lama ya kamu tidak masuk dan duduk di ruang tamu, biasanya nunggu di mobil terus he-he-he.” Ujar Ayah Chelsea dengan tersenyum dan menepuk dengan pelan bahu belakang Jackshien.
Jackshien dengan cenge-ngesan dan tersenyum menjawab dengan muka sambil tersipu malu dan sedikit menunduk.
“ iya om, he-he-he.”
“Mau minum apa nak? biar ibu buatkan.” Tanya Ibu.
“Ngak usah repot – repot bu terimakasih, sebentar lagi Chelsea juga sudah mau siap kok jadi bentar lagi udah mau langsung pergi karena takut kemalamanan juga he-he-he.” Jackshien menjawab dengan penuh senyuman yang padahal hatinya berkata, ‘aduh cewek yah gini lama banget dandan nya.’
Ibu dan Ayah tertawa. “he-he-he.”
“yasudah kalau gitu, ibu cek Chelsea dulu ya.” Jawab Ibu.
“iya bu, makasih ya”
“tok-tok-tok..(mengetok pintu).”ibu mengetok kamar Chelsea.
“i-iyahhhh.. sebentar.” Jawab Chelsea sambil cap cip cup karena bingung memilih akhirnya dapat juga mana yang akan dikenakannya.
“Cepat kasihan temanmu sudah menunggu.” Ucap Ibu.
Ibu kembali keruang tamu dan kembali duduk. “ he-he-he bentar ya nak.”
Tek..tek..tek..(suara langkah heels). “ayo he-he-he maaf ya menunggu lama.” Chelsea sambil berpamitan pada kedua orang tuanya begitu juga dengan Jackshien.
Begitu sudah berpamitan mereka berdua pun berbincang sambil melakukan perjalanan ke restorant.
“Kenapa sih cewek kalau dandan lamaaaaaaaaaaa banget. ”Bincang Jackshien menoleh ke Chelsea.
Menoleh balik ke Jackshien dengan ekspresi bingung, “Sindir aku yah kamu?” Ucap Chelsea.
Tertawa sambil mengelus kepala Chelsea sampai sedikit berantakan rambutnya. “ Aku hanya bilang saja, aku gak nuduh atau pun sindir kamu cuman dari curhatan teman-teman ku juga mereka rata-rata berbicara seperti itu he-he-he.” Tertawa dan menoleh sesekali ke Chelsea sambil fokus mengendarai mobil.
Merapikan rambut sambil merengek. “Ahh! Berantakan nihh jadinya rambutku.” Tegas Chelsea.
Membantu merapikan rambut Chelsea dengan sebelah tangannya. “Iya maaf-maaf yah he-he-he, lagian kamu kok lama sih tadi ngapain aja kok belum siap-siap.” Dengan nada bicara Jackshien yang sedikit tertawa.
Melotot dengan bibir manyun ke arah Jackshien. “Nah kannn…. Pembicaraan tentang dandan tadi pasti untuk ku? Iyah kan!” Chelsea sambil menyubit tangan Jackshien.
“Aw…aw!” teriak Jackshien kesakitan dengan berusaha melepaskan cubitan dari Chelsea.
Setelah melepas cubitannya kepada Jackshien. Chelsea masih cemberut dan bersandar dibangku menghadap berbalik arah dari hadapan Jackshien dan Jackshien berusaha dengan candaan supaya membalikkan mood Chelsea, sambil mulai memarkirkan mobilnya.
Chelsea yang rupanya dari tadi mengerjain Jackshien, “he-he-he, kena dehh HA-HA-HA (Terbahak-bahak).” Sambil keluar dari mobil dan berjalan masuk ke restoran.
Melihat Chelsea yang terbahak-bahak membuat Jackshien sedikit malu karena berhasil di kerjain oleh teman kecilnya tersebut tapi disisi lain itu adalah hal baik berarti dirinya tidak perlu khawatir karena rupanya Chelsea hanya mengerjainya.
“Ahh kena deh HA-HA-HA, pintar ya kamu.” Jawab Jackshien sambil menyubit balik tangan Chelsea dengan pelan.
Kemudian mereka pun masuk mencari tempat kosong untuk mereka duduk dan segera memesan makanan setelah menemukan tempat duduknya.
Chelsea yang menatap layar handphone, menunggu makanan nya datang dengan keadaan perut yang sudah mau berbunyi padahal dirinya sudah makan dirumah sehabis pulang kerja tadi. Sambil menepuk perut dan kembali bermain handphone meng-scroll i********:, f*******: dan membalas pesan yang belum dia sempat balas di w******p, Line serta Massanger. Sampai tidak berbicara pada Jackshien padahal Jackshien berada duduk dihadapannya dan memandanginya dari tadi, karena melihat Chelsea yang begitu serius menatap layar handphonen nya.
Makanan yang dipesannya datang pun Chelsea masih tidak sadar. Sampai akhirnya Jackshien dengan sengaja memegang makanan dan mendekatkan ke Chelsea baru Chelsea tersadar kalau makanannya sudah datang, dengan tertawa dan menelan liur serta meletakan handphone yang dari tadi dimain kan nya.
“Hmm… Enak ya aroma asap yang ada di makanannya he-he-he.”
Jackshien tertawa. Melihat Chelsea yang sepertinya sudah lapar, dan langsung menyuruh nya untuk cepat segera makan. “Kamu belum makan ya sehabis pulang kerja?” Tanya Jackshien.
“Sudah kok, Cuma gak tau ni malah tiba – tiba jadi lapar he-he-he.” Sambil mengambil nasi dan lauk, dengan lahap nya Chelsea malah duluan makan.
Melihat Chelsea yang sedang lahap menyantap makanan yang mereka pesan tadi, membuat Jackshien merasa gemas pada teman kecilnya tersebut. Tersenyum-senyum sambil mengambil nasi dan lauk, dan makan sambil melihat Chelsea yang seperti orang tidak makan dari pagi sambil tertawa.
“Pelan – pelan makannya Chelsea, gak ada yang mau ambil makanan mu kok HA-HA-HA.”
Tersipu malu dan hampir tersedak. “Maaf-maaf he-he-he, udah lama gak makan makanan restoran nih.. jadinya mungkin ini juga salah satu factor aku jadi tiba – tiba lapar.” Kata Chelsea.
Setelah di canda-in oleh Jackshien, Chelsea mulai makan kembali tetapi dengan pelan tidak seperti tadi yang sangat lahap seperti orang tidak makan dari pagi sehingga membuat Jackshien melontarkan canda seperti tadi yang membuat Chelsea tersadar dan akhirnya malu.
Ketika sedang enak- enak nya makan. Tiba-tiba Jackshien bertanya, “kamu kenapa tadi kok lama siap-siap nya?” bertanya sambil makan.
Jawab Chelsea. “Aku bingung memilih sandal heels yang cocok dengan dres yang ku pakai malam ini, makanya agak lama.” Sambil mengunyah.
“oh.., begitu aku kira kamu lama karena dandan.” Kata Jackshien dengan ekspresi dan nada seperti sedang ingin mengejek Chelsea.
Kaget dengan perkataan Jackshien. Yang tadi nya mengunyah terus-menerus pun terhenti dan menatap dengan alis naik dan bibir manyun sambil menghentakan kaki seperti anak kecil yang sedang merengek, begitu sangat membuat Jackshien tertawa lepas melihat dirinya yang bertingkah seperti anak kecil bagi Jackshien.
“Apa sih! Kan berarti percakapan yang dimobil tadi benar untuk menyinggung ku?” Tanya Chelsea.
Tertawa sampai memegang perut. “ Ngak begitu sebenarnya maksudku, HA-HA-HA… Tapi yasudahlah aku salah. Aku minta maaf yah…..” Jawab Jackshien.
“iya!” Tegas Chelsea dengan muka sedikit ngambek meski begitu, Chelsea pun melanjutkan makannya dengan sangat menikmati.
“Jangan gitu dong ekspresinya, kan aku sudah minta maaf.” Kata Jackshien.
“Iya…, cepet makannya aku sudah mau habis ni.” Jawab Chelsea.
Jackshien lanjut memakan makannnya dengan sedikit lebih cepat dan suapan yang sedikit lebih besar. Karena habis ini, Jackshien masih mau mengajak Chelsea untuk ke mall sebentar.
“iya…, oh iya Chel habis ini kita ke mall sebentar ya soalnya mau beliin orangtuaku donat J’co sekalian nanti beli untuk orangtuamu juga ya nanti aku yang traktir sekalian sama ini semua makanan yang kita pesan juga nanti semua aku yang bayar.” Jackshien berbicara sambil mengunyah.
“iya makan aja dulu cepatan, ini aku aja sudah habis.” Kata Chelsea.
Meski dirinya sudah selesai makan, Chelsea tetap dengan sabra menunggu Jackshien sampai selesai makan. Walaupun dari tadi Jackshien selalu menganggunya dengan kalimat dan nada bicara yang seakan-akan sedang ingin mengejek dan bercandain dirinya sehingga makanan Jackshien hanya terdiam sampai sudah tidak terlalu panas.
Suapan demi suapan. Akhirnya 5 menit setelah Chelsea selesai makan , Jackshien pun telah berhasil menghabiskan makanan nya dengan cepat kemudian Jackshien membayar dan setelah itu langsung pergi melakukan perjalanan dengan Chelsea ke mall untuk membeli makanan yang di bicarakan Jackshien tadi. Sampainya dimall dengan kurung waktu yang hanya 8 menit diperjalanan karena dari restoran ke mall tidak jauh jadi untuk pergi ke mall mereka tidak makan waktu begitu lama, negitu sampai Jackshien dan Chelsea langsung masuk dan membeli donatnya dan setelah itu mereka berdua segera pulang kerumah.
Saat sudah didalam mobil dan sedang melakukan perjalanan untuk mengantar Chelsea pulang kerumahnya, Jackshien teringat akan barang yang di belinya untuk Chelsea.
“oh iya, ini aku ada sesuatu untuk kamu anggap saja ini hadiah karena kamu sudah hebat bisa bekerja seperti kemaren.” Sambil mengambilkan bungkusan kantong makanan yang Jackshien beli di supermarket tadi di perjalanan ke rumah Chelsea.
Dengan senang Chelsea menerima barang tersebut. “ Wah… banyak sekali, makasih Jackshien!” dengan wajah berseri.
Bahagia terpancar dari wajah Chelsea yang senang diberi makanan dan minuman serta coklat sedangkan bahagia Jackshien karena melihat Chelsea yang begitu senang saat menerima pemberiannya karena sudah sekian lama juga Jackshien tidak memberinya makanan ringan, coklat serta minuman, dikarenakan dirinya yang sibuk bekerja jadinya tidak sempat untuk melakukan semua itu.
“Suka ngak ?” Tanya Jackshien.
“Suka banget dong!” Jawab Chelsea kegirangan.
“Syukurlah kalau kamu suka, aku juga senang dengarnya apa lagi melihat kamu yang dari tadi menatap pemberian ku dengan senyuman.” Ujar Jackshien.
“Ya, pastilah senang banget aku kan sudah lama kamu tidak memberiku barang seperti ini.” Kata Chelsea.
Mengambil satu kantong yang berisi box yang isinya donat untuk Chelsea. “Ini untuk orangtua kamu yah, semoga suka.” Sambil tersenyum.
“makasih banyak yah Jackshien untuk hari ini dengan kamu sudah menjemputku dan mengantarku pulang serta membayarkan makanan yang kita pesan tadi, oh iya donat dan cemilannya juga makasih ya sudah dibelikan.” Menerima kantong yang berisi donat dengan senyuman.
Kata Jackshien. “Iyah santai aja, jangan sungkan he-he-he kita kan sudah berteman sejak kecil jadi jangan sampai ada rasa tidak enak dengan aku ya chel.” Sambil tersenyum dan fokus mengendarai mobil. Tidak terasa 20 menit sudah diperjalanan menuju rumah Chelsea akhirnya pun sampai dan keduanya keluar dari mobil, menunggu Chelsea sampai dibuka-in pintu Jackshien ikut mengantarnya sampai ke depan pintu rumahnya.
“Makasih yah sekali lagi.” Chelsea tersenyum dengan tangan yang sambil mengusap bahu Jackshien.
“iyah santai aja.” Kata Jackshien.
Krek..(bunyi pintu)
“Eh.. sudah pulang, mari masuk dulu Jackshien.” Kata ayah.
“Ngak usah om he-he-he terimakasih, udah malam juga besok saya masih harus kerja juga jadi saya pamit pulang ya om salam buat tante.” Jawab Jackshien.
“Yasudah terimakasih yah sudah ngantarin Chelsea pulang, maaf loh tadi kamu nunggu Chelseanya kelamaan saat mau perginya he-he-he.” Kata ayah.
“Iya maaf ya, oh iya ini ada makanan dari Jackshien untuk ayah sama ibu.” Senyum Chelsea sambil memberi pemberian Jackshien untuk Ayahnya.
“Aduh repot – repot, makasih banyak ya Jackshien om jadi gak enak nih he-he-he.” Menerima pemberian Jackshien yang di kasi Chelsea dengan melirik Jackshien sambil tersenyum.
Menunduk tersipu malu sambil tersenyum. “Tidak apa – apa om santai aja he-he-he, om saya pamit dulu yah mari..” Sambil salim ke Ayah.
“Oh iya-iyah, hati-hati yah nak terimakasih sekali lagi ya bye.” Sambil melambaikan tangan ke Jackshien.
“Siap om…, aku dpulang dulu ya Chel.” Jackshien sambil melambaikan tangan ke Ayah dan Chelsea, dan masuk ke mobil.
Ayah dan Chelsea.” Bye.., makasih.” Melambai ke arah Jackshien yang sudah berada didalam mobil dan hendak segera pulang.