Waktu pun semakin malam. Akhirnya setelah cukup lama menunggu rekan kerja lain bekerja dan selesai juga yang membuat semuanya bersorak senang akhirnya semua rekan sudah benar-benar menyelesaikan pekerjaan mereka yang amat banyak hari ini, semuapun membereskan meja kerja masing-masing dan mengambil tas serta helm dan menuju ke parkiran karyawan untuk mengambil motor.
“Kerja bagus teman-teman untuk hari ini!” sorak Chelsea sambil tersenyum.
“Terimakasih juga, aku pulang duluan ya teman-teman semua.” Jawab dari beberapa rekan kerja.
“Sampai jumpa semua” Chelsea sambil melambaikan tangan.
Diperjalanan Chelsea merasa matanya sudah tak sanggup lagi untuk terbuka, hingga membuatnya harus segera menemukan warung kopi yang masih buka untuk membeli kopi untuk diminum segera mungkin agar matanya lebih melek dan tidak terlalu ngantuk sehingga dirinya bisa segera kembali melakukan perjalanan dengan motornya untuk segera pulang dan sampai kerumah.
Jackshien tiba-tiba menelepon Chelsea. Sudah 5 kali panggilan telepon dari Jackshien tidak terangkat oleh Chelsea yang ternyata sedang makan dengan lahapnya sesampai dirumah, setelah makan dan mandi, Chelsea pun membuka handphone dan menelepon balik Jackshien.
“(Berdering)…Hallo Chelsea?” jawab Jackshien.
“Hallo, kenapa Jackshien? Maaf yah tadi telepon kamu gak keangkat he-he-he.” Chelsea.
“Iya tidak apa-apa kok, aku fikir tadinya mau ajak kamu keluar sebentar.” Jackshien.
“Maaf ya, hari ini aku lembur jadi pulangnya sedikit lebih telat dari jam biasanya aku pulang. Jadi habis aku pulang langsung makan dan mandi baru sempat ku buka hpnya deh he-he-he.” Jawab Chelsea sambil tertawa.
“Ohh.. begitu okedeh tidak apa-apa. Lagian, sudah lama juga kan kamu gak merasakan lembur lagi setelah sekian lama he-he-he.” Jacksien sedikit bercanda.
“Suka ya liat aku lembur? Dasar baik sekali anda HA-HA-HA!.” Jawab Chelsea.
“Lah kok marah he-he-he, bercanda kok Cantik.” Jackshien
Begitu sedang berbicang tiba-tiba Chelsea menguap, “huammm… ahhh ngantuknyaaa!” Seru Chelsea.
“yaudah tidur sana, kasihan juga udah kerja keras banget hari ini.” Jawab Jackshien.
“yaudah maaf ya sekali lagi soal telepon tadi he-he-he, aku tidur duluan yahh.” Chelsea ternguap-nguap.
“okedeh santai aja, semangat ya kerjanya besok.” Jackshien.
“okey, kamu juga.” Chelsea.
Setelah telepon berakhir Chelsea pun dengan mudah langsung tertidur dengan lelapnya. Sedangkan Jackshien yang masih belum bisa tidur pun mencari kesibukan dengan bermain games, padahal besok dia masih harus bekerja dipagi harinya.
Mama Jackshien berjalan untuk mengambil minum. Melewati kamar Jackshien dan terdengar suara berisik musik games, “tumben Jackshien belum tidur, sedangkan besok kan dia masih harus bekerja.” Sambil berjalan mendekati kamar dan membuka pintunya.
“(suara buka pintu) Jackshien.” Sapa mama.
“iya, kenapa bu?” Jawab Jackshien sambil menoleh ke Mama.
“kenapa kamu belum tidur saying?” Mengelus kepala Jackshien.
“jackshien belum bisa tidur ma, makanya ini Jackshien sengaja bermain games supaya mata nya cepat lelah dan bisa tidur dengan cepat he-he-he.” Jackshien sambil tertawa.
“ada-ada saja anak bujang mama HA-HA-HA.” Mama Jackshien terbahak-bahak.
“mama tidur aja dulu, bentar lagi kok Jackshien tidurnya.” Jawab Jackshien.
“mama duluan tidur ya, kamu jangan tidur malam-malam loh besok masih harus kerja lagi nanti kalua kamu kurang tidur bisa sakit loh nak.” Berjalan menuju keluar kamar Jackshien.
“iya mama ku yang cantik he-he-he-he.” Jawab Jackshien.
Kurung waktu 1 jam akhirnya Jackshien pun terlelap dengan handphone nya yang masih menyala dalam permainan yang di mainkannya. Ketukan pintu di kamarnya berkali-kali saat subuh menjelang pagi hari ternyata tidak disadari oleh Jackshien yang akhirnya membuatnya bangun sedikit telat dari biasanya, sehingga membuatnya menjadi terburu-buru.
“Kan mama sudah bilang jangan tidur malam-malam, malah masih tidur malam- malam.” Saut mama sambil mengelengkan kepala.
“Habis gimana ma, Jackshien gak bisa tidur semalam.” Jawab Jackshien sambil terburu-buru.
“Hati-hati Jackshien, awas loh nanti sampai ada yang tertinggal.” Papa.
Mandi dengan buru-buru, sehingga membuatnya tidak sempat untuk sarapan dirumah akhirnya membuatnya harus sarapan didalam mobil. Tiba-tiba diperjalanan, ada yang tertinggal dirumah yang membuat nya harus putar balik mengambil barangnya.
Sampainya dirumah”pluk!( suara keras hentakan pintu rumah dan kamar) aduhh mana nih dompet ku!!!” tergesah-gesah.
“Nah kan sudah papa ingkan loh padahal .” saut papa sambil berdiri didepan kamar Jackshien.
“Apa yang tertinggal ?” mama dengan suara tinggi berteriak dari dapur.
“Dompet ma.” Teriak Jackshien.
Mama datang membawa dompet hitam yang ditemukan dikocek celana kerja Jackshien. “Nih… Jackshien dompet kamu.” Menatap sangar.
“Kenapa bisa sama mama dompetnya?” Jackshien sambil mengunyah sarapan yang dimakannya dimobil tadi.
“Tadi waktu mama nyuci pas mama raba celana kamu ada sesuatu, pas mama keluarin ehh.. ternyata dompet mu jadi mama simpan dikocek mama dulu eh ternyata taunya pas mama lagi didapur lagi masak ternyata kamu balik lagi yasudah mama kasi deh.” Menjawab sambil berjalan menuju kembali balik ke dapur.
“Jackshien, papa sudah berkali-kali minta kamu untuk cari asisten khusus untuk nyiapin segala keperluan kerja kamu kan sekalian dia juga bisa meringankan kamu membawa barang-barang kerja kan?” Tegur papa.
“Iya nanti yah Jackshien pikirin dulu pa.” Jackshien .
“Yasudah sana, udah telat loh hati-hati yahh jangan ngebut loh bahaya.” Papa
“ Jackshien berangkat dulu ya pa, tolong bilang ke mama juga byeeee...,”Jackshien masuk mobil dan melambaikan tangan.
“iyaa nak.” Papa melambaikan tangan.
Kru-kru dilokasi syuting sudah pada berdatangan, mulai menyiapkan persiapan untuk syuting dan para artis pemain nya pun sudah mulai merias dan mengganti pakian syutingnya.
“ 5 menit lagi kita mulai yah semua” Pak sutradara.
Satu persatu pemain sudah pada siap. Sedangkan pemain utama yang diperankan oleh Jackshien juga akan segera tag pagi ini tetapi dirinya belum kunjung sampai, hingga membuat para pemain lainnya baru tersadar ternyata Jackshien belum sampai.
“Ayo semua kita sudah akan mulai ya siap-siap.” Kru.
Semua pemain sudah pada posisinya untuk segera syuting.
“ Jackshien mana?” Saut Pak Sutradara.
“Belum datang Pak.” Jawab salah satu pemain.
Tiba-tiba Jackshien berlari memasuki lokasi syuting. “ Hah-hahh… Ma-maaf Pak saya telat.” Jackshien ngos-ngosan.
“Tumben kamu telat?” Tanya Pak Sutradara.
“Saya semalam ngak bisa tidur, jadi saya tidur kemalaman yang akhirnya membuat saya bangun kesiangan pak.” Jawab Jackshien
“Yasudah langsung aja syutingnya, lain kali jangan telat ya.”Jawab Pak Sutradara.
“baik, terimakasih.” Jackshien.
Semua berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kendala dari Jackshien yang harusnya datang tepat waktu karena dirinya juga merupakan pemain utama. Utungnya dirinya termasuk orang yang sebelumnya tidak pernah sekalipun telat datang bekerja di manapun, dan bekerja dengan siapapun, sehingga membuat dirinya pun masih dapat dimaafkan dan ditoleransi oleh orang terutama Pak Sutradaranya.
Tak terasa sudah siang. Semua pemain dan kru pun beristirahat dengan keringat yang sudah membasahi badan karena syuting adegan ditengah terik matahari membuat semuanya tampak kelelahan sekali smpai-sampai ada yang mempergunakan waktu istirahat yang harusnya untuk makan malah dipergunakan untuk mandi dan tidur, begitu pula dengan Jackshien yang kembali terlelap dengan perut yang mulai berbunyi tetapi tiba-tiba datang Olivia dengan membawa banyak makanan untuk dirinya dan membagikan untuk Pak Sutradara, Kru, dan pemain lainnya.
Jackhien dengan mata tersayup-sayup, berbicara sambil ternguap-nguap. “oliv? Ngapain kamu kemari?”
“Aku membawa makanan untuk kamu dan teman-teman lainnya.” Sambil duduk disebelah Jackshien.
“Kamu tau ada aku disini?” Ujar Jackshien.
“Iya kebetulan aku juga akan menjadi pemain baru disini dan aku melihat disurat kontraknya ada nama para pemain serta kru, makanya aku tau he-he-he.”
Jackshien pun heran mendengar pernyataan dari Olivia, karena dirinya tidak tau dan tidak diberitau informasi tentang ini dari Kru dan Pak Sutradara.
“Teman-teman, kalian tau ada pemain baru?” Tanya Jackshien sambil melirik semua pemain beserta kru dan Pak Sutradara.
“Mereka sudah tau, Jackshien.” Jawab Pak Sutradara sambil makan.
“Kenapa saya tidak diberitau?” Jackshien terheran-heran dengan tatapan bingung menatap Pak sutradaranya.
“Lah kamu telat, gimana saya mau kasih taunya jadinya saya malah kelupaan juga untung kamu Tanya HA-HA-HA maaf yaa.” Tertawa terbahak-bahak hampir tersedak membuat kru Panik mengambilkan air untuk Pak sutradara.
“he-he-he iya pak maaf, tapi hati-hati juga pak kalau beneran sampai kesedak ntar susah napas loh gak Bisa liat cucu nanti HA-HA-HA.” Sambil melempar lelucon Jackshien juga ikut terbahak-bahak sampai sedikit mengeluarkan air mata hingga semua pemain, kru dan Olivia ikut tertawa melihat Pak sutradara dan mendengar Lelucon darinya.
“Kurang ajar kamu ya HA-HA-HA” Pak Sutradara melempar bantal lehernya ke kepala Jackshien dan masih sambil tertawa walaupun lemparannya tidak tepat sasaran.
“Ampun Bang Jago, sorry Bang Jago HA-HA-HA.” Sambil meniru gerakan Bang Jago yang viral ditiktok sambil tertawa.
“HA-HA-HA-HA Aduhh sakitt perutt! Udah dong jangan pada ngelucu ini nasi yang udah aku makan ni kayak mau keluar lagi karena kalian HA-HA-HA.” Ucap pemain lain sambil memgang perut dan terbungkuk.
“Kenapa memangnya Jackshien, Kalau aku kerja disini juga?” Tanya Olivia
“Gak kok, bingung dan kaget aja tiba-tiba kamu datang membawa makanan dan tau aku ada disini HA-HA-HA aduhh maaf yah.. aku masih ketawa gara-gara tadi.” Jackshien sambil mengusap air matanya.
“iya santai aja ,he-he-he kamu orangnya lawak juga yah ternyata.” Menatap dengan mata sipit dan bibir terkatup seperti menahan tawa.
“HA-HA-HA… tidak juga kok hanya tergantung suasananya mendukung untuk melontar lelucon lucu atau tidak apa lagi ke Pak Sutradara, Karena aku tau dia orangnya sangat seperti ke-bapak kan dan humoris baru aku berani untuk bercanda juga dengannya.” Menjawab sambil melirik Pak Sutradara dan menahan tawa.
Olivia ikut tertawa karena melihat Jackshien tertawa.
Waktu tak terasa sudah mau 1 jam beristirahat. Pak Sutradara sudah kenyang, beberapa pemain dan Kru juga banyak yang sudah selesai makan. “ ayoo semuanya cepat ya sebentar lagi sudah mau mulai syuting lagi.” Ucap Pak Sutradara.
“Pak masih banyak ni” Jawab jackshien sambil mengunyah dengan cepat.
“Makanya dari tadi tu makan, jangan ketawa mulu HA-HA-HA.” Pak Sutradara sambil tertawa dan berjalan kembali ketempat lokasi.
“PAPALE-PAPALE” Seru para Kru sambil menari keluar mengikuti Pak sutradara.
“Lah gimana bisa cepet habis ni bisa-bisa kenyang duluan karena ketawa bukan karena nasinya HA-HA-HA, ngapaian lagi Kru begitukan aku jadi keingat yang tadi lagi HA-HA-HA.” Ucap Jackshien sambil makan.
“HA-HA-HA… udah ah makan cepat aku duluan yah, maaf gak bisa nemenin soalnya aku mau perkenalkan diri dulu dilokasi dan mau tag dulu ada bagianku soalnya.” Ucap Olivia.
“iya-iya duluan aja sana makasih ya makanannya , oliv.” Jackshien sambil tersenyum.
Tidak lama setelah Olive keluar. Beberapa Kru dan Pemain pun juga pada keluar untuk kembali bekerja sedangkan Jackshien masih berusaha cepat untuk makan makanannya, walaupun sebenarnya Jackshien yang awalnya kelaparan malah menjadi kenyang karna tawa jadi membuatnya sedikit kesulitan untuk dengan cepat menghabiskan makanan nya tersebut.
Di lokasi syuting Olivia memperkenalkan diri, “ Hallo teman-teman perkenalkan nama saya Oliviareidya saya adalah seorang influenser atau bisa dibilang selebgram dan model brand, hari ini puji Tuhan say diberi kesempatan untuk terjun didunia per-akting an.” Tersenyum.
Semua bertepuk tangan dan satu- satu berkenalan dengan saling bersalaman juga agar membangun pertemanan baru yang setidaknya dengan berkenalan dapat membangun rasa percaya agar ketika sedang beradu akting tidak canggung.
Setelah itu Jackshien pun menyusul ke lokasi syuting untuk kembali bekerja melanjutkan skenario nya. “ Ahh akhirnyaaaa…. Ayo kita lanjut syutingnya.” Ngos-ngosan karena berlari.
Selama proses syuting. Ternyata semua berjalan dengan baik terutama akting oliv yang dipuji para Kru, Rekan, dan Pak Produser, walaupun baru kali pertama tetapi sudah dapat memberi kan hasil yang bagus.
“ Wahhh…,” Tepuk tangan dari Kru, Rekan kerja, dan Pak Sutradara sambil tersenyum pada Olivia.
“Terimakasih semua, mohon untuk bimbingannya lagi ya he-he-he.” Ungkap Olivia sambil tangan ber-anjali dan membungkuk kan badan sambil tersenyum pada semua yang ada disana.
“Wah bisa keambil ni kerjaan aku sama dia semua, baru kerja aja sudah bisa memberi kesan pertama yang bagus.” Jawab Jackshien sambil tersenyum pada Olivia yang sedang tersipu malu karena mendapat banyak simpati dan pujian.
Tersenyum terus – menerus dengan wajah yang mulai memerah, serta menunduk karena tersipu malu. “Ahh jangan begitu he-he-he aku kan juga masih harus banyak belajar lagi dari para kakak senior serta belajar dari kesealahan.” Ungkap Olivia sambil menutup-nutup wajahnya.
“Baik semua berjalan dengan bagus, kita lanjutkan besok dipagi hari ya seperti biasa untuk Jackshien jangan telat lagi loh ya.” Ucap Pak Sutradara.
Semua melihat ke arah Jackshien sambil tertawa. “iyahhh…. Pak Sutradara he-he-he.” Jawab Jackshien sambil tersipu malu karena ditertawakan oleh Rekan lain dan Kru.
“Kalau begitu sampai jumpa besok pagi semuanya.” Pak Sutradara.
“Sampai jumpa semua.” Ucap Rekan dan Kru.
Semua pun berkemas dan segera pulang kerumah masing-masing. Begitu sampai dirumah Jackshien langsung segera mandi dan berpakaian rapi serta menyeprot parfum dengan cukup banyak hingga kamarnya pun beraroma seperti parfum yang diseprotnya, penampilan yang sudah bagus, rambut yang sudah rapi layaknya ingin melamar seorang kekasih serta aroma baju dan badan yang sudah wangi.