bc

My Childish Billionaire

book_age4+
1.0K
IKUTI
11.4K
BACA
billionaire
possessive
friends to lovers
sweet
bxg
like
intro-logo
Uraian

Kenzie Manuel Keenan. Diusianya yang terbilang sangat muda, dia sudah menjadi seorang billionaire. Tampan, kaya, baik, ramah, murah senyum dan bijaksana saat diperusahaan membuat nilai plus plus dalam dirinya.

Tapi, siapa yang menyangkan kalau Kenzie itu childish, kekanakan, manja dan tidak mau dibantah. Apalagi jika dia sudah bersama Auristela Allisya Shaenette, kekasihnya. Segala sifat kekananakannya bisa muncul saat bersama Allisya. Bahkan sifatnya melebihi sifat anak Tk.

chap-preview
Pratinjau gratis
KEKASIH
CHAPTER 1 *** Kenzie melangkahkan kaki panjangnya menuju lift khusus untuk CEO. Senyum diwajahnya tidak luntur sama sekali, bahkan dia membalas sapaan semua karyawannya. Laki laki muda yang sudah sangat sukses diusianya yang baru menginjak 22 tahun. Tubuh tingginya yang atletis, wajah tampannya yang bak dewa Yunani itu membuat kaum hawa yang melihatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ditambah Kenzie yang sekarang mengenakan jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih, ditambah celana bahan yang senada dengan jas yang dia kenakan membuat kadar ketampanannya meningkat. "Selamat pagi, Tuan" sapa Allisya, sekretaris pribadi Kenzie. Jika ada Kenzie pasti disitu ada Allisya. Kabar kalau mereka memiliki hubungan lebih pun ada dimana mana saking dekatnya mereka. "Kenapa Allisya selalu memanggil Kenzie dengan sebutan, Tuan?" untuk beberapa saat semua karyawannya diam mendengar gaya bicara Kenzie. Semua karyawannya menahan tawa lalu langsung pergi meninggalkan mereka berdua. "Karena Tuan adalah bos saya," jawab Allisya disertai dengan senyum manisnya. Mereka berdua masuk kedalam lift dengan wajah Kenzie yang cemberut. "Memang, sih. Tapi kan Kenzie pacarnya Allisya!" gadis berusia 22 tahun itu terkekeh mendengar ucapan Kenzie. Memang benar, mereka adalah sepasang kekasih sejak masa SMA mereka. Sejak kelas sebelas, Kenzie sudah berambisi untuk mendapatkan Allisya. Sifat childishnya membuat Allisya menyukainya. Menurut Allisya, Kenzie adalah orang yang selalu ada disampingnya dan selalu membuatnya tertawa. "Ya memang benar. Tapi, itu hanya berlaku diluar perusahaan. Jika kita diperusahaan, kamu adalah bosnya dan aku adalah karyawanmu" jelas Allisya, mereka berdua keluar dari lift saat pintunya terbuka dilantai 25. Lantai khusus untuk CEO dan sekretarisnya saja. "Kenzie ngga mau. Mau itu diperusahaan atau diluar perusahaan, Allisya tetep pacarnya Kenzie!" ucap Kenzie mutlak, tidak bisa diganggu gugat lagi. Jika Kenzie sudah berbicara dan tidak bisa dibantah, itu tandanya ucapannya harus dituruti. Gadis itu menghela nafas, dia mendudukan Kenzie disofa yang ada diruangan CEO. Allisya tersenyum, kalau sudah begini dia tidak bisa berbuat apa apa lagi selain menuruti ucapan Kenzie. "Kenzie" panggil Allisya, tapi laki laki itu masih diam dengan wajah cemberut. Dia marah ke Allisya. Gadis itu kembali menghela nafas. Dia berdiri didepan Kenzie membuat mata laki laki itu menatap perut Allisya. Tangannya terangkat lalu mengelus rambut Kenzie penuh sayang. Kenzie tidak akan menolak kelakuan Allisya sekarang. "Ken" panggil Allisya lembut. Pertahanan Kenzie hancur sudah, niatnya untuk marah pada Allisya malah dia sendiri yang luluh. Laki laki itu memeluk pinggang Allisya erat, menenggelamkan wajahnya ke perut Allisya. Sangat nyaman, ditambah elusan dirambutnya yang belum berhenti membuat Kenzie ingin memejamkan matanya sekarang. "Allisya hargai perjuangan Kenzie dong. Kenzie udah berjuang mati matian buat dapetin, Allisya. Tapi, Allisya malah ngga anggep Kenzie pacar saat disini" jelas Kenzie, nadanya terdengar sedih dan itu membuat Allisya mengingat perjuangan laki laki itu semasa SMA. Allisya tersenyum, mengelus pungung Kenzie. "Maafkan aku, Ken. Aku ngga bakal kek gitu lagi." Kenzie langsung mendongak saat mendengar ucapan Allisya. Senyum menawannya terlihat jelas diwajah tampan Kenzie. "Beneran?" Allisya nengangguk, membuat mata Kenzie semakin berbinar. Dia menarik tangan Allisya membuat gadis itu langsung terduduk disebelahnya. Mengelus kepala wanita itu pelan. "Udah, ah. Mending kerja" Allisya terkekeh sambil menjauhkan wajahnya. Dia bangkit lali berjalan menuju ruangannya. Ruangan Kenzie dan Allisya memang bersama, hanya dibatasi kaca saja. Baik Allisya maupun Kenzie bisa melihat kemampuan kerja mereka. "Kenzie cinta Allisya" ujar Kenzie sambil menatap Allisya yang tengah membuka pintu kata ruangannya. Gerakan tangan Allisya terhenti, dia menengok kebelakang. Melihat Kenzie yang tengah tersenyum, Allisya membalas senyuman itu dengan senyum lembut. "Aku juga mencintaimu" ujar Allisya tanpa suara tapi Kenzie mengetahui apa yang diucapkan Allisya. Laki laki itu senang bukan main. *** "Baiklah, Kenzie ayo kita pulang. Nanti malam ada yang diadakan oleh Verero Group jam tujuh malam. Jadi, sekarang kita harus pulang" jelas Allisya, sebagai sekretaris dan kekasih yang baik, Allisya harus selalu mengingatkan jadwal jadwal penting Kenzie. "Sedikit lagi" ujar Kenzie yang masih menatap berkas berkas didepannya. Allisya hanya mengangguk, dia duduk dikursi depan meja Kenzie. Menatap kekasihnya dalam diam. Kenzie Manuel Keenan. Laki laki dari keluarga kaya raya yang ada di Inggris. Dia sudah menjadi seorang Billionaire muda yang sangat sukses. Namanya selalu terpajang di televisi, majalah, artikel artikel disosial media, dan lainnya. Siapapun pasti mengenal pengusaha muda ini. Namanya sudah terkenal diantara pebisnis pebisnis lainnya, bahkan dunia tau siapa itu Kenzie. "Ayo" lamunan Allisya buyar saat mendengar ucapan Kenzie. Wanita itu mengangguk, dia bangkit lalu berjalan keluar beriringan dengan Kenzie. "Bisakah kita tidak datang? Kenzie malas mendengar ucapan mereka" jelas Kenzie saat mereka keluar dari lift. Dia tersenyum saat ada karyawan yang menyapanya. "Tidak bisa, Kenzie. Ini penting. Acara ini juga penyambutan CEO baru mereka. Jadi kau, yang lebih berpengalaman harus datang" Allisya memasuki mobil Lamboghini Veneno berwarna abu abu milik Kenzie setelah laki laki itu membukakan pintu penumpang bagian depan. "Tapi Kenzie malas. Kenzie harus bicara formal. Ngga enak bicara formal" dengusnya saat dia sudah duduk dibangku kemudi. "Resikonya memang begitu, Kenzie. Kau harus membiasakan diri" Allisya mengelus pipi Kenzie perlahan, dia tau bagaimana Kenzie. Laki laki itu sangatlah kekanak kanakan, bahkan dia malas jika harus berbicara dengan formal saat diadakan meeting atau acara cara yang akan mereka datangi. "Tapi, Lisya. Kenzie malas berpura lura jadi orang lain. Itu bukan Kenzie. Memakai topeng untuk menutupi jati diri sebenarnya itu tidak baik" balas Kenzie, dia menjalankan mobilnya secara perlahan meninggalkan parkiran perusahaannya. Allisya menghela nafas. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa merubah sifat Kenzie yang childish, walaupun Allisya mengakui kalau dia mencintai sifat childish laki laki itu. Tapi, untuk acara seperti itu apa Kenzie akan berbicara dengan gaya bicaranya sekarang? Bisa bisa Kenzie ditertawakan. Laki laki itu melirik Allisya saat dia memegang tangannya. Terlihat Allisya tengah tersenyum manis, walau terlihat gurat lelah diwajahnya. Melihat itu membuat Kenzie tidak nyaman, dia juga tidak tega dengan Allisya yang selalu berada disampingnya. Memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu padanya, gadis itu adalah pengganti ibunya. "Baiklah, Kenzie mau jadi orang lain" jelasnya diakhirnya dengan helaan nafas. Sampai kapanpun dia akan menuruti perintah Allisya jika itu berhubungan dengan perusahaan. "Baru ini pacarnya, Allisya" gadis itu terkekeh, menepuk tangan Kenzie dua kali. *** Gimana? Suka ngga? Kalo suka, aku lanjutin. Jangan lupa tinggalin komentar:)

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

KISSES IN THE RAIN

read
58.1K
bc

HYPER!

read
625.2K
bc

Just Friendship Marriage

read
515.2K
bc

Aira

read
93.1K
bc

Pengantin Pengganti

read
85.9K
bc

Saklawase (Selamanya)

read
69.7K
bc

Istri Simpanan CEO

read
214.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook