CHAPTER 22 Sudah satu bulan pernikahan Kenzie dan Allisya. Mereka juga sudah pindah kerumah baru mereka. Rumahnya tidak terlalu besar, tapi memiliki taman yang luas. Rumah berlantai dua yang masih sangat sepi karena masih berpenghuni dua orang, ditambah dua orang pembantu dan satu orang satpam. Allisya terbangun dari tidur nyenyaknya saat dia merasakan pergerakan disebelahnya. Dia melihat Kenzie yang berlari kekamar mandi sambil memegangi mulut dan perutnya. Wanita itu bangkit, lalu menyusul Kenzie menuju kamar mandi. "Kenzie, kau kenapa?" tanya Allisya, dia memijat tengkuk Kenzie. Laki laki itu menggeleng, dia membasuh mulutnya. Tidak ada yang keluar dari mulutnya selain cairan bening. Wajah Kenzie terlihat sangat pucat dan sangat lemas. Laki laki itu memeluk tubuh Allisya erat. "Ken

