Part 32

1261 Kata

Malam semakin larut, hutan tempat mereka Camping juga semakin sepi. Jam sudah menunjukan pukul satu malam, setelah banyak dari mereka yang begadang menghabiskan malam bersama. Namun tetap saja, rasa kantuk menyelimuti semuanya. Kecuali dua orang yang masih terjaga didalam tenda mereka masing-masing. Yaitu Zea yang masih teringat perkataan Devano tadi ketika selesai menyanyi. Sementara Devano masih gelisah karena Zea belum menjawab permintaannya. Devano sudah mengguling-gulingkan badannya kesana-kemari. Namun tetap saja dia tidak bisa tidur juga. Apalagi saat dia melihat kearah sebelah kirinya yang terdapat Damar. Laki-laki itu tertidur pulas sambil meringkuk dengan selimut miliknya. Ingin rasanya Devano membunuh Damar saat laki-laki itu terlelap. Setelah beberapa menit gelisah, akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN