Nala Aku menghubungi Hann dan menjelaskan semua yang terjadi saat itu. Tapi entah kenapa, Hann rasanya seperti kesulitan menerima hari itu. Dia mengatakan, dia ingin berdamai dengan dirinya sendiri karena terlalu sensitif menanggapi hal-hal yang sebenarnya bisa cepat ia lupakan. Tapi saat itu, ia berterus terang kepadaku jika ia masih marah kepada dirinya sendiri karena tak bisa menerimanya dengan normal. Ia membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk mengurusi dirinya sendiri, jelasnya singkat. Makin hari aku dilanda kecemasan dan rasa bersalah. Hampir setiap hari setelah itu, aku selalu menghubungi Hann. Menanyakan kabarnya dan berusaha membuat situasinya normal kembali. Namun semakin aku menghubunginya, Hann kadang-kadang membalasnya singkat, benar-benar dingin. Dan sel

