Hann Rencanannya, aku akan menemui Nala di hari kelulusannya. Sungguh, aku tak sabar bertemu dengannya hari itu. Membayangkannya saja sudah senang tak kepalang, apalagi bertemu dengannya, bak gunung meletus, mungkin seperti itulah aku.Kemudian, sudah tak terhitung lagi jumlah kerinduanku yang menunpuk, pokoknya hari itu aku harus bertemu dengannya, apa pun yang terjadi,rindu ini harus dibayar! Aku membawa lavenderku di hari kelulusannya. Bunga yang selalu kurawat dan kujaga, bunga yang paling berharga, dan bunga yang paling spesial itu kini akan kuserahkan pada seorang perempuan di Verge. Apakah ia akan menyukainya? Tanyaku sambil membayangkan wajahnya yang berseri-seri. Beberapa hari yang lalu, Nala menghubungiku soal rencana kapan hari kelulusannya digelar. “Akan kuusaha

