Bagian 46

1615 Kata

Nala  Di kampusku, bertebaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke luar negeri. Niatku memang tak muluk-muluk. Sebenarnya aku hanya ingin terbang melihat awan-awan dan lautan dari atas pesawat. Bodo amat soal perkuliahan dan matematika. Kalaupun bisa kuliah di sana, itu hanyalah bonus. Dan sejak awal, aku tak pernah menaruh ekspektasi apa pun terhadapnya. Aku mengikuti seleksi beasiswa. Tak tahu tujuannya ke mana, hanya saja kalau aku diterima, aku akan ditempatkan di salah satu universitas di luar negeri sekitar satu atau dua tahun. Aku tidak menghendaki di mana, nanti pihak kampus lah yang akan menempatkanku sesuai dengan nilai yang kuraih dalam tes seleksinya.   Johan tentu saja tahu soal ini. Toh dia juga yang mengurusi seleksinya. Semenjak aku diam-diam memiliki niatan un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN