Hann Sore itu aku masih mematung di ambang pintu kamar Alisa. Mendengar permainannya yang rapi, aku semakin terpukau. Permainannya terlalu bagus untuk ukuran seusianya. Jadi kukira, sangat wajar jika permainannya yang seperti ini, berbagai medali tergantung di dinding kamarnya. Kami berbincang soal banyak hal. Tentang bagaimana pertama kalinya ia menyentuh piano, bagaimana ia mulai bermain piano, dan bagaimana ia tertarik dengan piano. “Tuan Stuart,” jelasnya. “Setibanya aku di sini sebelas tahun yang lalu, aku selalu mendengarkan siaran radio musik. Lalu ketika itulah aku mendengar permainan piano milik Tuan Stuart. Seorang pianis jenius yang tak pernah dipusingkan dengan aturan-aturan yang ada. Orang-orang menyebutnya sebagai pianis yang kacau karena dia selalu keluar dar

