Bagian 29

2148 Kata

Hann  Siang-malam aku merindukan perempuan itu. Beberapa kali, aku sempat membenturkan kepalaku ke salah satu dinding di asrama. Atau meninju-ninju tiang, atau berjalan seorang diri tak jelas arah tujuannya. Ada perasaan sesak, ada perasaan yang tak enak di dalam sini. Makan dan minumku kian tak bernafsu. Semakin hari semakin mengepul awan panas di dalam diriku. Panas yang semakin panas, darahku mendidih, bergejolak, meletup-letup seperti air mendidih. Kiranya kulitku seperti memproduksi uap dalam jumlah yang besar, mengepul, terus mengudara semakin panas. Malam tak tidur, siang lemas. Aku semakin cemburu, padahal Nala bukan siapa-siapaku. Johan datang ke hidupnya akhir-akhir ini. Aku tak tahu hubungan apa yang mereka bangun selama ini. Aku kira itu bukan hanya sekedar hubungan pembim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN