Bagian 39

1923 Kata

Hann  Aku memutuskan untuk pulang ke rumah setelah genap dua tahun tak pulang. Ayah dan ibu memelukku erat-erat dan air mata bersimbah memenuhi pundakku ketika aku berada tepat di bibir pintu rumah mereka. “Aku pulang,” kataku.            Dengan segala beban ringkih di pundak, aku bersyukur karena saat itu Ayah dan Ibu tidak jadi cerai. Itu adalah keputusan terbaik, kukira. Karena dalam hal ini, aku selalu mendambakan sebuah pasangan awet, tak peduli sehebat apa pun masalahnya, pasti selalu ada jalan untuk kembali baikan. Dan, aku dapatkan itu pada kedua orangtuaku. Banyak desas-desus yang mengudara sebelum berita kepulanganku. Dalam kabar itu dikatakan, “Hann, anak yang hilang itu telah ditemukan kembali dengan sehat setelah menghilang secara misterius selama dua tahun”. Nah, kali i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN