Nala Untuk pertama kalinya, aku melihat lelaki itu berbalik. Aku melihat punggungnya menjauh, melihat langkahnya semakin melebar, dan kereta pagi merenggutnya dariku. Aku menarik napas dalam-dalam, lega rasanya melepas lelaki itu dengan baik. Tapi aneh saja rasanya jika Hann tak pernah sekalipun membalikkan wajahnya lagi padaku, bahkan di detik-detik terakhir ketika kereta membawanya pergi. Angin pagi menyibak lembut, dan kepergiannya diiringi oleh dedaunan yang jatuh di pagi yang terang. *** Hari-hari bergulir seperti bola-bola. Semakin hari, aku seperti merasa ada yang hilang, tak lengkap, dan setengah terisi. Setengah yang lain rasanya seperti dicuri oleh seseorang. Tapi bagaimana mungkin ada seorang pencuri yang mencuri setengah jiwa seseorang, memangnya ada gitu?

