Hann Pertemuan itu sukses kutunaikan sebelum kembali ke Ratzenberg untuk sebuah pekerjaan. Sambil menunggu trem, aku sempat merenung, berpikir, menyendiri, dan benar rasanya jika aku memang benar menyukai Nala. Tidak butuh waktu lama untuk menyukai seseorang, kukira. Tapi apakah perasaan ini akan bertahan sangat lama, ataukah seperti yang dikatakan Nala, jika perasaan manusia sebenarnya bisa hilang begitu saja? Aku bertanya-tanya. Saat itu, aku ingin menguji perasaanku sendiri. Aku tak tahu apakah aku akan berhenti menyimpan perasaan ini, ataukah tak ada ujung bagi perasaan yang kurasakan ini. Apakah perasaan ini akan selama bersemayam, ataukah esok lusa, aku akan melupakannya? Aku menikmati ketika aku berjumpa dengannya, aku menyukai bola matanya yang besar dan jernih

