bc

Something About You

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
love-triangle
family
opposites attract
curse
arrogant
badboy
mafia
heir/heiress
bxg
cheating
affair
polygamy
addiction
like
intro-logo
Uraian

21+

Fazio Leonard, pewaris darah dingin dari dinasti kriminal yang nyaris terlupakan, ia kembali membangkitkan organisasi gelap milik keluarganya yang telah lama terkubur. Dingin, arogan, dan memesona dengan kekuasaan yang mampu membuat musuh berlutut tanpa kata. Ia tidak datang dengan suara, tapi dengan tujuan balas dendam pada seseorang yang telah merenggut kedua orang tuanya.

Fazio mewarisi lebih dari sekadar nama keluarga. Ada sesuatu dalam dirinya yang belum selesai. Sebuah luka yang menuntut jawaban.

Hazel Da Force, seorang gadis penari ballet hidup dalam dunia yang tampak lembut, namun penuh batas. Gerakannya memikat, tapi matanya menyimpan rahasia yang lebih dalam dari sekadar tarian.

Pertemuan mereka tampak kebetulan. Tapi tidak ada yang benar-benar kebetulan.

Ada nama-nama yang seharusnya dilupakan.

Ada peran-peran yang tidak bisa mereka pilih.

Dan ketika masa lalu akhirnya mengejar mereka berdua, tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Karena beberapa cerita tidak ditulis untuk bahagia. Tapi untuk membongkar sesuatu yang telah lama dikubur.

A Dark Romance

chap-preview
Pratinjau gratis
Something About Insident
Sisilia, Desember 2011 DORR DORR DORR. “Mom, Dad ada di luar sana...” suara bocah laki-laki berusia 14 tahun terdengar lirih. Matanya berkaca-kaca, menahan gemuruh ketakutan yang terasa asing tapi nyata. Di sampingnya, sang adik perempuan, tiga tahun lebih muda, terisak pelan. “Daddy…” panggilnya berulang-ulang, nyaris tak terdengar di tengah suara tembakan yang menggema dan membuat dinding-dinding bergetar. Sang ibu meremas bahu kedua anaknya, matanya basah, tangannya gemetar. Dengan tergesa ia mendorong nakas di samping ranjang, menggesernya hingga terbuka sebuah lubang persegi kecil di dinding cukup untuk satu orang merangkak masuk. Ia kembali berlutut di hadapan anak-anaknya. Napasnya pendek-pendek, tapi suaranya tetap lembut. “Sayang... kau ingat apa kata Daddy? Anak laki-laki harus kuat. Harus bisa melindungi.” Ia menatap putranya dalam-dalam. “Ibu butuh bantuanmu. Bawa adikmu keluar dari sini. Lubang ini akan membawamu ke kebun anggur. Terus ikuti jalurnya. Dari sana, berjalan ke arah utara. Kau tahu tempat bunga-bunga yang biasa Ibu rawat, kan?” Anak laki-laki itu mengangguk pelan. “Di antara bunga-bunga itu, ada pintu tersembunyi. Di bawahnya, ruang bawah tanah. Bersembunyilah di sana. Hubungi Paman Antonie lewat handphone di dalamnya. Mengerti?” Kepalanya kembali mengangguk, matanya tak lepas dari wajah ibunya. “Bagaimana dengan Mommy?” suara kecil sang adik menyela. “Iya, ikutlah bersama kami,” sambung sang kakak, mulai panik. Ibunya tersenyum, pilu namun hangat, dan mengusap pipi mereka satu per satu. “Mommy harus bantu Daddy. Kami akan menyusul kalian nanti. Sekarang, cepat…” Satu per satu, ia bantu mereka masuk ke dalam lubang. Namun tangan mungil Nala menahan erat jemarinya. “Mommy ikut… kumohon,” pintanya gemetar. Langkah kaki terdengar semakin dekat dari luar. Ibunya terpaksa melepaskan genggaman itu. “Cepatlah. Ingat, Mommy sangat mencintai kalian.” Dengan cepat ia menggeser nakas kembali ke posisi semula, menutup lubang persembunyian. Lalu ia meraih pistol dari laci, berbalik tepat ketika pintu kamar terbuka. Tubuhnya menegang, namun pistol itu segera diturunkan yang berdiri di sana adalah suaminya, David, dengan darah membasahi baju dan wajahnya. “Shena, cepat masuk ke—” DORR. Di balik lubang yang belum tertutup sempurna, kedua anak itu mendengar suara ayah mereka. Harapan sempat terbit. Nala merangkak, hendak membuka nakas kembali. “Nala, tung—” DORR. Tembakan berikutnya membuat gadis kecil itu menjerit. Fazio, dengan refleks, membekap mulut adiknya erat-erat, menahan suara dan air mata yang mendesak keluar. “DAVID!” Raungan ibunya menyayat telinga, kemudian sunyi. “Sebutkan di mana kalian sembunyikan chip itu,” suara asing, kasar, mengisi kamar. “Ibumu menjawab dengan ludah,” pikir Fazio, tubuhnya mulai gemetar hebat. Lalu.... DORR. Tak ada lagi suara. Tak ada lagi harapan. Air mata mengalir di pipinya saat ia merangkul adiknya yang membeku. Mereka menuruni lorong gelap perlahan, langkahnya berat, napasnya nyaris tak teratur. “Fazio… lorongnya gelap sekali…” suara Nala lirih, hampir tak terdengar. “Kita jalan pelan-pelan. Raba dinding. Ikuti suaraku,” bisik Fazio, tak berani berkata banyak. Gelap seperti tak berujung. Namun akhirnya mereka menapaki tangga lain. Saat kepala Fazio terbentur sesuatu di atas, ia tahu mereka sudah dekat. Di luar, kebun anggur tampak membentang seperti dalam mimpi. Sunyi, sepi, dingin. Mereka berlari, menyusuri jalur yang dikatakan ibu mereka. Namun setibanya di taman bunga itu, Fazio berhenti. “Tidak ada apa-apa di sini…” katanya pelan, panik mulai menyeret suaranya. Ia menatap ke arah mansion, ke tempat teror tadi datang. Nafasnya berat. Nala diam sesaat, lalu memandang pada sekelompok dandelion kekuningan. Ingatannya muncul, jelas sekali percakapan ringan bersama ibunya. "The secret door..." “Fazio, di sana…” tunjuknya dengan yakin. “Yakin?” Fazio bertanya, berbalik padanya. Nala mengangguk. “Mommy pernah bilang. Tempat sembunyi kalau aku main petak umpet.” Fazio menyibak rerumputan tinggi, dan benar saja, sebuah pintu kecil tersembunyi di sana. Warnanya menyatu sempurna dengan tanah dan dedaunan. “Nala, mereka datang,” ucapnya cepat. Tiga bayangan mendekat dari kejauhan. Pintu berhasil dibuka, mereka masuk dan menutupnya rapat. Di dalam gelap, suara langkah kaki kembali terdengar, menggetarkan kayu di atas mereka. “Apa mereka akan menemukan kita?” bisik Nala. “Apa kita akan mati?” Fazio menggenggam tangannya erat. “Kalau takdirnya begitu…” “Aku takut.” “Aku juga,” jawab Fazio dalam hati. Tapi yang keluar dari mulutnya hanya, “Aku akan menjagamu.” Dan di tengah gelap, di balik dinding-dinding tebal, hanya itu yang bisa ia lakukan. Menjaga. Bertahan. Dan menunggu entah apa yang akan datang lebih dulu. Harapan, atau kehancuran.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.2K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook