Dasar Dharma banyak mau! Oke, memang sejak menikah Geya hampir tidak pernah lagi memasak. Bukannya dia tidak mau! Tapi Dharma yang sok tahu itu meragukan kemampuan memasaknya. Jadi, semua jenis tugas masak-memasak diserahkan kepada Bi Siti. Kini, setelah sekian lama Dharma memandangnya sinis kala Geya hendak mengotak-atik dapur, pria itu dengan seenaknya menyuruh Geya memasak soto. Kesal? Oh tentu saja! Berkat pria itu di jam setengah lima pagi dia harus bangun, dengan tampang kucel mulai menyentuh alat-alat dapur. “Loh, Ibu tumben sudah bangun?” Bi Siti yang muncul dari halaman belakang sedikit terkejut melihat kehadiran Geya. Geya yang sibuk mengubek-ubek kulas menoleh sekilas. “Ini serai di mana ya, Bi?” “Mau buat apa, Bu? Sini biar saya aja.” Bi Siti dengan sigap menghampiri, was

