“Apa?!” Geya setengah berteriak kala mendapati Dharma kembali berjalan ke dapur untuk yang ketiga kalinya. “Sudah jam setengah delapan, Ge,” ucap Dharma dengan wajah kusut. Seharusnya ia makan malam pukul tujuh. Namun setelah setengah jam berlalu, masih belum ada tanda-tanda kalau Geya akan menyudahi aktivitas memasaknya. “Telat makan malam setengah jam apa salahnya sih, Mas?” balas Geya tak bersahabat. Dharma benar-benar tidak membantu. Sudah satu jam lamanya ia berkutat sendirian di dapur, tetapi kontribusi pria itu hanya berjalan bolak-balik dari sofa ke dapur untuk mengingatkan jam makan malam. “Sudah lebih dua menit,” ucap Dharma lagi setelah memandangi jam tangannya cukup lama. “Ck!” Geya membalasnya dengan tatapan sinis. “Sebentarrrrr! Ini ayamnya belum masak. Memangnya Mas ma

