Senyumnya lemah, tetapi melegakan siapa saja yang melihatnya. Alina telah sadarkan diri, menampakkan kondisinya baik-baik saja usai melakukan operasi kelahiran anak pertama mereka. Membalas senyuman lemahnya, Alarick mendekat dan duduk di dekat tepat tidur. Meraih tangan Alina, lantas ia menggenggam dan menciuminya lembut. “Dia selamat,” bisiknya sembari menciumi jemari istrinya. “Seorang jagoan hebat.” “Di mana dia?” balas Alina lirih. “Masih berada di ruang NICU, berat badannya sangat kecil, jadi masih haru menjalani perawatan intensif agar menjadi jagoan yang kuat.” “Dia baik-baik saja?” “Kita masih belum bisa melihatnya, tapi dia baik-baik saja.” “Syukurlah.” Alarick mengangguk, diusapnya kening Alina, lantas melayangkan sebuah ciuman di sana. “Terima kasih, Alin, terima kasi

