Part 30

1354 Kata

Retak, bayangan di dalamnya turut berantakan. Sembari terengah oleh amarah yang menggelegar, ditatapnya bayangan diri dalam cermin yang tak lagi utuh oleh perbuatan kepalan tinjunya. Wajah oriental yang sangat tampan, sayangnya diliputi kekelaman dendam. Mata tajam bak sepasang belati yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menghunus. Sorotnya dipenuhi kobaran api kemarahan. Mengapa ia harus semarah ini? Berpindah, Alarick menatap kepalan tangannya yang berlumur darah. Bayangan pemandangan siang di ruang tunggu rumah sakit membuatnya kian kalap. Lagi, ditinjunya cermin hingga keretakan semakin menjadi. Bekas darahnya tertinggal di sana, mengotori cermin tepat pada bayangan wajahnya yang semakin berantakan. Perih kian terasa, tetapi tak sedikit pun meredakan kemarahannya. Pria lanca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN