Meledak kemarahannya, kala ia kembali kedatangan Pramudya, pengacara yang berkali-kali mendatanginya, tetapi selalu ditolaknya. “Aku sudah kaya, tidak butuh warisan yang jumlahnya tak seberapa,” desis Alarick dingin, begitu Pramudya menyodorkan berkas-berkas untu ditandatangani. 60 miliar, demi Tuhan Alarick merasa sangat terhina! Setelah penderitaan panjang yang dialaminya dengan sang ibu, penghinaan-penghinaan yang ia terima di masa remajanya, ia dihargai 60 miliar. Itu pun sebab Alarick menikah dengan akan emas kesayangannya. “Pak Bimasena sudah berbaik hati kepada Anda, beliau memikirkan masa depan Anda. Jika tidak, beliau tidak akan mengijinkan Anda menikah dengan Nona Alin.” Tajam Pramudya menatap pria arogan di depannya. Sudah berbulan-bulan lamanya ia berusaha menemui Alarick,

