“Ada apa dengan kamarmu sendiri?” ujarnya, tenang dan cenderung masa bodoh. Tak sedikit pun menoleh, membiarkan pria itu berbaring di atas tempat tidurnya. Namun, hanya ia sendiri yang tahu betapa degup di dalam dadanya terasa begitu kencang, seolah jantungnya hendak melompat keluar. Pekerjaan rumah tangga bersama Bi Murni selesai selepas membereskan sisa-sisa makan malam. Pukul 22 ia sudah bebas tugas. Bi Murni sudah langsung masuk ke dalam kamarnya untuk menonton sinetron favoritnya, sementara Alina menggunakan waktunya untuk membereskan kamarnya, sebelum tidur. Hampir pukul setengah 11 malam, di tengah kesibukannya melipat pakaian yang ia jemur tadi siang, handel pintu kamarnya berputar. Dalam hitungan detik muncul Alarick. Alina sudah menduga, tapi tak urung terkejut juga melihat k

