Part 35

1293 Kata

Jika bukan sebab dipaksa, Alina tidak akan pernah menyerahkan diri dengan sukarela. Belakangan ia memang tidak melawan lagi, tetapi diamnya adalah keberatan. Jangankan membalas ciumannya, menatapnya pun ia enggan. Alarick bukan jenis pria tidak peka yang tidak dapat meraba perasaan seorang perempuan. Ia sadar sepenuhnya, rasa benci Alina kepadanya. Ekspresinya diliputi kemuakan, rasa jijik terpancar kuat melalui teduh sendu netranya. Alarick menyadari semua itu, tetapi apakah ia peduli? Sama sekali tidak, hingga hari ini. Alina tidak hanya menghambur memeluknya, tetapi ia juga tidak ragu menciumannya di depan pria tua bertongkat yang masih saja mempertahan kearoganannya. Lembut usapan tangannya di lengan Alarick dimaksudkan untuk meredakan amarah pria itu, sepenuhnya berhasil. Perlah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN