Part 28

1442 Kata

Berkacak pinggang, memerhatikan bayangan dirinya dalam cermin. Wajah setengah bulenya kemerahan, nyaris menggelap, bukan sebab alergi udang, tetapi lebih kepada amarah yang menggelegak. Bibirnya yang masih bengkak berdecih sinis, betapa dalam kebencian yang dirasakannya. Apa yang dipikirkan Alina mencuri buku harian milik ibu Alarick? Ingin tahu warisan dosa yang sedang ditanggungnya? Cantik parasnya adalah hal pertama yang dilihat Alarick kala membuka mata. Ia benar-benar memesona, meski hanya sebagian wajahnya yang dilihatnya dari samping, sangat alami tanpa polesan apa pun. Segar, bak kuncup yang baru mekar. Indah dan menawan, memancing kumbang berdatangan. Dan Alarick adalah kumbang yang mengisap manis madunya. Gadis miskin yang memiliki segala hal yang didambakan oleh seorang pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN