”Git, nebeng aku saja yuk!” Tawar Nana saat sudah keluar dari parkiran butik dan mendapati Gita baru saja menutup dan mengunci pintu tempat mereka bekerja. “Tadi aku memang rencana mau ikut nebeng, apalagi ini ditawari, Okeee banget!” “Halah!” Gita terkikik mendengar reaksi Nana. Nana mengambilkan helm cadangan yang selalu ada di motornya untuk diberikan ke teman dekatnya itu. “Kita makan sekalian yuk di resto pojok jalan itu!” Usul Nana sembari menunggu Gita membenarkan helm di kepalanya. “Warung steak?” “Iya, apa lagi memang resto selain itu disana?” “Warung kucingan.” Balas Gita sekenanya. “Jiah? Itu bukan resto, Git. Lagian mana kenyang aku makan nasi bungkus dengan porsi sekelumit begitu.” Jawab Nana yang terus merasakan perutnya keroncongan dan membayangkan porsi nasi kucing

