Masih di bawah tekanan ketakutannya, Gita mencoba menuruti pria asing yang sudah menerornya itu dan ia mulai mengingat-ingat meski sebenarnya dia sudah terbesit juga siapa sebenarnya orang asing yang ada di depannya itu. “Tak mungkin jika kamu…” Gita berucap masih dengan ragu-ragu. Apa yang akan dikatakannya terdengar tak masuk akal. Membuat sedikit geli akan sebuah ucapannya nanti. Ini pasti tak nyata. Masih saja Gita tak sanggup mengatakannya, kepalanya justru semakin pening dan pening, ia bahkan sudah mengerjap-ngerjapkan matanya sekali lagi untuk memfokuskan pandangannya. Tapi sosok pria asing itu tak juga pudar dan masih berdiri dengan elegan di depannya. “Oh ayolah.. jangan pingsan lagi. Kau pikir badanmu itu ringan? Aku pastikan tidak akan membawamu ke ranjang itu lagi dan sebaga

