Karena tidak ada perasaan yang bisa dipaksakan -xXx- Sekolah lumayan sepi ketika matahari sudah mulai menyingsing, Alfa melenggang melewati koridor-koridor sekolah. Alfa memilih untuk sendiri karena ia tidak bisa mengandalkan Rachel ketika ia kembali berurusan dengan sang pembuat ulah. Dia menengok kesetiap kelas memastikan bila sudah sepi jadi ia bisa leluasa untuk membantai Wildan saat pertandingan telah dimulai nanti. Matanya kembali menyusuri lorong-lorong sekolah, sampai ia melihat Wildan yang sedang berjalan menuju ke arahnya. "Udah siap?" tanya Wildan sambil menyungging senyum yang membuat Alfa serasa ingin memuntahkan makan siangnya hari ini. "Gak usah sok care," Alfa menjawab dengan penuh rasa dendam yang membara, ia ingin membalas semua perlakuan Wildan kemarin padanya.

