Chapter 18

1229 Kata

Tidak ada masa lalu yang bisa dihapus, paling tidak kita bisa mengenang masa terindah saat itu -xXx- Alfa terdiam di atas tempat tidurnya. Sore ini hujan mengguyur deras ibu kota. Ia sudah berulang kali mengecek ke bawah ternyata hanya angin yang membuat pintu terbuka dengan sendirinya. Alfa menghela nafas untuk yang sekian kalinya. Sudah berulang kali ia menuruni tangga namun hasilnya nihil tidak ada apa-apa. Dan sekarang suara pintu terbuka kembali terdengar, yang membuatnya harus turun lagi ke bawah. Ternyata cukup menyeramkan jika saat hujan deras seperti ini sendirian di rumah. Alfa menengok ke arah luar namun tidak ada orang, tapi sebuah buket bunga di depan pintu dan sebuah kotak kecil itu menyita perhatian Alfa. Ia pun segera memungutnya dan kembali ke dalam rumah tak lupa ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN