Keenan's POV Apa yang salah dengan Gibran? Kenapa dia kembali pada sifat awalnya. Kenapa kami kembali seperti tak saling mengenal. Kenapa kami kembali asing satu sama lain. "Gibrannya ada?" Tanyaku pada salah satu teman kelas Gibran. "Gaada." Aku hanya menghela nafas. Ini sudah hari ketiga dia terlihat cuek. Jika aku mengirimi pesan, dia hanya akan menjawab seadanya. "Ok." "ya." "ngga." "Yaudah." "Lo tau Gibran dimana?" "Gaada yang tau. Semenjak anak kelas XII udah gabisa ikutan basket lagi dia jarang ngumpul-ngumpul gitu. Tapi kemarin gue liat dia di atap sekolah. Gatau ngapain." "Ngapain dia disana?" Ucapku pelan bertanya pada diri sendiri. "Eh btw thanks ya." Lalu dengan cepat aku berlari ke arah tangga. Saat sudah sampai di ujung anak tangga dan tepat di depan sebuah pintu pengh

