* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Eh, Von, mama lupa. Kamu tadi kan janjiin mama mau bawa pacar kamu ke rumah? Kok Raras gak kesini?” Ya Tuhan, padahal Devon kira mamanya udah lupa soal itu. Dia senagaja gak ngingetin mamanya karena niat dia mau ngasih tahu minggu depan aja sekalian kalau pas Raras mau kesini. Eh, ternyata ibunya inget. Devon jadi meringis. “Ngg, Ma. Soal itu—“ Kalimatnya terputus karena dering ponsel di saku celana Devon yang berbunyi. “Bentar, bentar,” Devon gagal menjelaskan kepada sang ibu. Dia kini merogoh ponsel dari saku celana. Nama Raras ada disana, membuat cowok itu langsung memperlihatkan layar ponsel ke mamanya. “Nih, panjang umur orangnya. Bentar,

