ch 23

3517 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Randomnya, setelah percakapan tentang ‘berciuman’ yang gabut banget emang sampai dibahas juga sama Devon dan Raras, cowok itu malah kesenengan sendiri mikir satu hal. Kok bisa, ya, dia tiba-tiba jago ciuman? Raras aja mengakui, loh, kalau dia emang act like a pro. Padahal kan Devon juga gak pernah praktekin sama siapapun. Raras bener-bener jadi yang pertama. “Mungkin insting, kali. Lo kan doyan nonton film barat,” bisik batin Devon. “Ngapain kamu senyum-senyum?” tanya Raras dengan raut wajah aneh karena pacarnya emang bertingkah gak jelas. Jawaban Devon belum sempat terurai karena steak mereka akhirnya datang ke meja. Raras tersenyum manis seca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN