* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Halo, Von?” Sava yang lagi mengulek sambel di dapur rumahnya mengangkat telpon dengan tangan kanan tetap bergerak, sementara tangan kirinya memegang ponsel. Karena merasa sedikit susah, dia memutuskan untuk mengapit ponsel di antara pundaknya dan telinganya. Ini pertama kalinya Devon nelpon pagi banget. Untuk ukuran Devon Artama yang setahun Sava gak bisa bangun pagi kalau bukan karena ada kelas, jelas ini adalah hal yang langka. Apa lagi ini masih pukul setengah tujuh di hari Minggu. Omong-omong, ini sudah memasuki hari ke delapan setelah Sava sepakat untuk menunggu Devon dalam proses meninggalkan semua masa lalunya, tanpa tersisa. Seminggu in

